Kualitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Community-Acquired Pneumonia di Salah Satu Rumah Sakit di Bali
DOI:
https://doi.org/10.36733/medicamento.v10i1.7592Kata Kunci:
community-acquired pneumonia, Gyssens, lama rawat inapAbstrak
Community-acquired pneumonia (CAP) adalah salah satu penyakit infeksi dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Antibiotik merupakan salah satu terapi esensial pada CAP yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik merupakan salah satu titik kritis dalam pengobatan infeksi, dimana penggunaan antibiotik yang tidak tepat rentan terhadap terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien CAP dan untuk melihat hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik dan penggunaan antibiotik tunggal/ kombinasi dengan perpanjangan rawat inap di salah satu rumah sakit umum di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif di salah satu rumah sakit umum di Bali dengan teknik total sampling. Evaluasi kualitas penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan algoritma Gyssens. Hubungan antara ketepatan penggunaan antibiotik dan jenis antibiotik (tunggal/kombinasi) dengan perpanjangan rawat inap dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dengan interval kepercayaan 95%. Terdapat 151 pasien CAP menjadi sampel dalam penelitian ini yang terdiri atas laki-laki 55,63% dan perempuan sebanyak 44,37% dengan median usia 60 tahun (18-89). Sebanyak 17,88% penggunaan antibiotik tepat menurut algoritma gyssens, sedangkan sebanyak 82,18% penggunaan antibiotik tidak tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masuk dalam kategori IIA (tidak tepat dosis) sebanyak 3,97%, kategori IIIB (interval penggunaan tidak tepat) sebanyak 4,64%, kategori IVC (ada alternatif antibiotik yang lebih murah sebanyak 41,72% dan kategori V (tidak sesuai indikasi) sebanyak 37,79%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan penggunaan antibiotik dengan perpanjangan LOS [p>0,05; OR: 1,132 (CI: 0,466-2,746)] namun penggunaan antibiotik (tunggal atau kombinasi) berpengaruh signifikan pada perpanjangan LOS [p<0.05; OR: 0,027 (CI: 0,004-0,204)].
Referensi
Puzz L, Plauche EA, Cretella DA, Harrison VA, Wingler MJB. Evaluation of a Pediatric Community-Acquired Pneumonia Antimicrobial Stewardship Intervention at an Academic Medical Center. Antibiotics. 2023;12(4):780.
Fally M, Israelsen S, Benfield T, Tarp B, Ravn P. Time to antibiotic administration and patient outcomes in community-acquired pneumonia: results from a prospective cohort study. Clin Microbiol Infect. 2021;27(3):406-412.
Lokida D, Farida H, Triasih R, et al. Epidemiology of community-acquired pneumonia among hospitalised children in Indonesia: a multicentre, prospective study. BMJ Open. 2022;12(6):e057957.
Bielicki JA, Stöhr W, Barratt S, et al. Effect of amoxicillin dose and treatment duration on the need for antibiotic re-treatment in children with community-acquired pneumonia: the CAP-IT randomized clinical trial. Jama. 2021;326(17):1713-1724.
Limato R, Lazarus G, Dernison P, et al. Optimizing antibiotic use in Indonesia: A systematic review and evidence synthesis to inform opportunities for intervention. Lancet Reg Heal Asia. 2022.
Chandrasekhar D, Manaparambil H, Parambil JC. Outcome assessment of intervention on appropriateness of antibiotic use among geriatric patients: A prospective interventional study from a tertiary care referral hospital. Clin Epidemiol Glob Heal. 2019;7(4):536-541.
Nelwan EJ, Guterres H, Pasaribu AI, Shakinah S, Limato R, Widodo D. The Comparison of Point Prevalence Survey (PPS) and Gyssens Flowchart Approach on Antimicrobial Use Surveillance in Indonesian National Referral Hospital. Acta Med Indones. 2021;53(4):505-511.
Park SY, Kim YC, Lee R, Kim B, Moon SM, Kim H Bin. Current Status and Prospect of Qualitative Assessment of Antibiotics Prescriptions. Infect Chemother. 2022;54(4):599.
Metlay JP, Waterer GW, Long AC, et al. Diagnosis and treatment of adults with community-acquired pneumonia. An official clinical practice guideline of the American Thoracic Society and Infectious Diseases Society of America. Am J Respir Crit Care Med. 2019;200(7):e45-e67.
Rivero-Calle I, Pardo-Seco J, Aldaz P, et al. Incidence and risk factor prevalence of community-acquired pneumonia in adults in primary care in Spain (NEUMO-ES-RISK project). BMC Infect Dis. 2016;16(1):1-8.
Shen L, Jhund PS, Anand IS, et al. Incidence and outcomes of pneumonia in patients with heart failure. J Am Coll Cardiol. 2021;77(16):1961-1973.
Nathala P, Sarai S, Salunkhe V, Tella MA, Furmanek SP, Arnold FW. Comparing Outcomes for Community-Acquired Pneumonia Between Females and Males: Results from the University of Louisville Pneumonia Study. Univ Louisv J Respir Infect. 2022;6(1):19.
Torres A, Peetermans WE, Viegi G, Blasi F. Risk factors for community-acquired pneumonia in adults in Europe: a literature review. Thorax. 2013;68(11):1057-1065.
Rumende CM, Chen LK, Karuniawati A, et al. Hubungan antara ketepatan pemberian antibiotik berdasarkan alur Gyssens dengan perbaikan klinis pasien pada pneumonia komunitas. J Penyakit Dalam Indones Vol. 2019;6(2).
Widiyastuti A, Kumala S, Utami H, Pratama A. Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik terhadap Luaran Klinis Pasien Pneumonia Komunitas Rawat Inap. J Kesehat. 2023;14(1):109-116.
Muhlis M, Novalinda R. Hubungan Ketepatan Peresepan Antibiotika Berdasarkan Metode Gyssens Terhadap Perbaikan Klinis Pada Pneumonia Komunitas Di RS Swasta Kota Yogyakarta. PRAEPARANDI J Farm dan Sains. 2022;6(1):1-19.
Wikantiananda T, Tjahjadi AI, Sudjud RW. Antibiotic Utilization Pattern in the Intensive Care Unit of Tertiary Hospital in West Java, Indonesia. Int J Integr Heal Sci. 2019;7(2):81-87. doi:10.15850/ijihs.v7n2.1633
Choi S-H, Cesar A, Snow TAC, Saleem N, Arulkumaran N, Singer M. Respiratory fluoroquinolone monotherapy vs. β-Lactam plus macrolide combination therapy for hospitalized adults with community-acquired pneumonia: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Int J Antimicrob Agents. 2023;62(3):106905. doi:10.1016/J.IJANTIMICAG.2023.106905
Al Muqati H, Al Turaiki A, Al Dhahri F, Al Enazi H, Althemery A. Superinfection rate among the patients treated with carbapenem versus piperacillin/tazobactam: Retrospective observational study. J Infect Public Health. 2021;14(3):306-310.
Torres A, Chalmers JD, Dela Cruz CS, et al. Challenges in severe community-acquired pneumonia: a point-of-view review. Intensive Care Med. 2019;45:159-171.
Guerra D, Vidal P, Paccoud O, et al. Dual beta-Lactam treatment: Pros and cons. Porto Biomed J. 2022;7(5).
Jiao Y, Moya B, Chen M-J, et al. Comparable efficacy and better safety of double β-Lactam combination therapy versus β‑Lactam plus aminoglycoside in gram-negative bacteria in randomized, controlled trials. Antimicrob Agents Chemother. 2019;63(7):10-1128.
Cunha BA. Antibiotic Essentials Fourteenth Edition. India: Jaypee Brothers Medical Publishers Pvt. Ltd.; 2015.
Raymond B. Five rules for resistance management in the antibiotic apocalypse, a road map for integrated microbial management. Evol Appl. 2019;12(6):1079-1091.
Schmid A, Wolfensberger A, Nemeth J, Schreiber PW, Sax H, Kuster SP. Monotherapy versus combination therapy for multidrug-resistant Gram-negative infections: Systematic Review and Meta-Analysis. Sci Rep. 2019;9(1):15290.
van den Bosch CMA, Hulscher MEJL, Akkermans RP, Wille J, Geerlings SE, Prins JM. Appropriate antibiotic use reduces length of hospital stay. J Antimicrob Chemother. 2017;72(3):923-932.
Fésüs A, Benkő R, Matuz M, et al. Impact of Guideline Adherence on Outcomes in Patients Hospitalized with Community-Acquired Pneumonia (CAP) in Hungary: A Retrospective Observational Study. Antibiotics. 2022;11(4):468.
Pangeran SAB, Manggau MA, Djaharuddin I. Evaluasi Penggunaan Terapi Antibiotik Empiris Terhadap Luaran Klinis Pasien Pneumonia Komunitas Rawat Inap. Maj Farm dan Farmakol. 2022;26(1):19-25.
Tambun SH, Puspitasari I, Laksanawati IS. Evaluasi luaran klinis terapi antibiotik pada pasien community acquired pneumonia anak rawat inap. J Manaj Dan Pelayanan Farm (Journal Manag Pharm Pract. 2019;9(3):213-224.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Ilmiah Medicamento
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Pemegang hak cipta atas karya adalah Jurnal Ilmiah Medicamento.
Jurnal Ilmiah Medicamento berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini sepanjang Anda mengikuti persyaratan lisensi.
Di bawah ketentuan berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan kredit yang sesuai, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- NonKomersial — Anda tidak boleh menggunakan materi untuk tujuan komersial.
- NoDerivatives — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda tidak boleh mendistribusikan materi yang dimodifikasi.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan persyaratan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.