Aktivitas Kuersetin sebagai Antihipertensi secara in silico

  • Dewa Ayu Pramesti Utari Universitas Udayana
  • Ni Putu Ruscita Anggreni Universitas Udayana
  • Putu Rika Jesika Putri Universitas Udayana
  • Ni Putu Linda Laksmiani Universitas Udayana
Keywords: ACE inhibitor, hipertensi, in silico, quercetin

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi. Hipertensi disebabkan oleh terbentuknya Angiotensin II dari proses konversi dekapeptida inaktif Angiotensin I oleh angiotensin converting enzyme (ACE) yang akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Selain itu, hipertensi juga dikaitkan dengan meningkatnya pembentukan reactive oxygen species (ROS). Pengembangan senyawa obat sebagai antihipertensi diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi yang belum adekuat. Sebagai salah satu senyawa bahan alam, kuersetin dipilih karena memiliki aktivitas sebagai ACE inhibitor yang diketahui dengan melakukan uji in silico terhadap induksi ACE. Analisis data dilakukan dengan melihat energi ikatan yang dihasilkan dan ikatan yang terbentuk antara senyawa dengan residu asam amino pada protein. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa kuersetin berpotensi mengatasi hipertensi. Validasi metode menunjukkan konformasi 7 memiliki nilai RMSD yaitu 2,86 Å dan energi ikatan antara protein target (ACE) dengan native ligan-nya yaitu -4.66 kkal/mol. Sedangkan nilai energi ikatan yang diperoleh antara senyawa uji kuersetin dan protein target yaitu -6,32 kkal/mol dimana ikatan hidrogen yang terbentuk menghasilkan residu asam amino ALA356, HIS383, ALA356, TYR523, dan GLU411 berturut-turut melalui gugus O-H, HE2-O, HN-O, HH-O, dan OE1-H. Nilai energi ikatan yang didapat menunjukkan bahwa senyawa uji kuersetin memiliki aktivitas farmakologi sebagai sebagai ACE inhibitor karena energi ikatannya lebih negatif dibandingkan dengan native ligand protein target yaitu lisinopril. Hal ini menunjukkan bahwa kuersetin dapat membentuk ikatan yang lebih stabil dibandingkan dengan lisinopril. Sehingga kuersetin berpotensi dalam pengembangan terapi hipertensi yang berperan sebagai ACE inhibitor.

Author Biographies

Dewa Ayu Pramesti Utari, Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Ni Putu Ruscita Anggreni, Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Putu Rika Jesika Putri, Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Ni Putu Linda Laksmiani, Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

References

AHA (American Heart Association). (2014). Heart Disease and Stroke Statistics. AHA Statistical Update.

Bhagawan, W. S., Atmaja, R. R. D., & Atiqah. S. N. (2017). Optimization and Quercetin Release Test of Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera) in Gel-Microemulsion Preparation. Journal of Islamic Pharmacy, 2(2), 34-42.

Daud, M.F., E.R. Sadiyah, dan E. Rismawati. (2011). Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Berdaging Buah Putih. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sains, Teknologi, dan Kesehatan, 2(1), 55-62.

Fukai, T. & Fukai, U. (2011). Superoxide Dismutases: Role in Redox Signaling, Vascular Function, and Diseases. Antioxid Redox Signal, 15(6), 1583-606.

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 1(1), 117-135.

Ikawati, M., Wibowo, A. E., Navista, S. O. U., & Adelina, R. (2008). Pemanfaatan Benalu Sebagai Agen Antikanker, International Seminar of Indonesia – Malaysia Update Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) pada Mus musculus. Jurnal Exacta, 9(1), 1-8.

Kemenkes RI. (2013). Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi. Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2014). Infodatin Hipertensi. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Larson, A. J., Symons D., & Jalili T. (2012). Therapeutic Potential of Quercetin to Decrease Blood Pressure: Review of Efficacy and Mechanisms. American Society for Nutrition, 3(1), 39–46.

Muhammad, S. A. & Fatima, N. (2015). In Silico Analysis and Molecular Docking Studies of Potential Angiostensin Converting Enzym Inhibitor Using Quercetin Glycosides. Pharmacognosy Magazine, 11(42), S123-S126.

Ramachandran, K.I., Deepa, G., & Namboori, K. (2008). Computational Chemistry and Molecular Modeling Principles and Applications. Springer.

Susanti, N. M. P., Saputra, D. P. D., Hendrayati, P.L., Parahyangan, I. P. D. N., & Swandari, I. A. D. G. (2018). Molecular Docking Sianidin dan Peonidin sebagai Antiinflamasi pada Aterosklerosis secara In Silico. Jurnal Farmasi Udayana, 7(1), 28-33.

WHO (World Health Organization). (2011). Hypertension Fact Sheet. Department of Sustainable Development and Healthy Environment.

Wright, P., Alex, A., & Pullen, F. (2014). Predicting Collision-Induced Dissociation Spectra: Semi-Empirical Calculations as a Rapid and Effective Tool in Software-Aided Mass Spectral Interpretation. Rapid Commun. Mass Spectrom. 28(10), 1127–1143.

Zeng, Y., Wang, N., & Qia, W. (2013). Production of Angiotensin I Converting Enzyme Inhibitory Peptides from Peanut Meal Fermented with Lactic Acid Bacteria and Facilitated with Protease. Advance Journal of Food Science and Technology, 5(9), 1198-1203.

Published
2021-03-31
How to Cite
Utari, D. A. P., Anggreni, N. P. R., Putri, P. R. J., & Laksmiani, N. P. L. (2021). Aktivitas Kuersetin sebagai Antihipertensi secara in silico. Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(1), 71-76. https://doi.org/10.36733/medicamento.v7i1.1504

Most read articles by the same author(s)