Uji Efektivitas Salep Ekstrak Etanol Daun Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) Sebagai Penyembuhan Luka Bakar Grade II (A) Pada Mencit
DOI:
https://doi.org/10.36733/usadha.v5i1.13940Kata Kunci:
luka bakar derajat II A, sediaan topikal, penyembuhan luka, Daun buni (Antidesma bunius (L.) Spreng)Abstrak
Luka bakar grade II (A) merupakan kerusakan kulit yang sering terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan serta mencegah komplikasi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi topikal terus dikembangkan karena dinilai lebih aman dan memiliki aktivitas biologis yang beragam. Daun buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi mendukung regenerasi jaringan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak etanol 96% daun buni dalam mempercepat penyembuhan luka bakar grade II (A) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Hewan uji dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Bioplacenton®), serta salep ekstrak daun buni konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka bakar grade II (A) diinduksi pada punggung mencit, kemudian diberikan perlakuan sesuai kelompok masing-masing. Pengamatan dilakukan selama 14 hari dengan parameter perubahan diameter luka dan persentase penyembuhan luka. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hoc untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep ekstrak daun buni pada seluruh konsentrasi mampu mempercepat penyembuhan luka bakar dibandingkan kontrol negatif, dengan konsentrasi 10% menunjukkan efektivitas paling tinggi dan perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak etanol 96% daun buni berpotensi dikembangkan sebagai alternatif sediaan topikal berbahan alam untuk terapi luka bakar grade II (A)
Referensi
[1]. Deddy Saputra. (2023). Tinjauan komprehensif tentang luka bakar: Klasifikasi, komplikasi dan penanganan.
[2]. Saraswati, M. (2024). Uji aktivitas penyembuhan luka bakar salep ekstrak etanol buah parijoto (Medinilla speciosa) pada punggung kelinci. Pratama Medical Journal Kesehatan, 3(2).
[3]. Waladani, et al. (2021). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan masyarakat dalam pertolongan pertama dengan kasus luka bakar.
[4]. Zwierello, W., Piorun, K., Skórka-Majewicz, M., Maruszewska, A., Antoniewski, J., & Gutowska, I. (2023). Burns: Classification, pathophysiology, and treatment: A review. International Journal of Molecular Sciences, 24.
[5]. Sukmawan, Y. P., Alifiar, I., Nurdianti, L., & Ningsih, W. R. (2021). Wound healing effectivity of the ethanolic extracts of Ageratum conyzoides L. leaf (white and purple flower type) and Centella asiatica and astaxanthin combination gel preparation in animal model. Turkish Journal of Pharmaceutical Sciences, 18(5), 609–615.
[6]. Falsianingrum, M., Retnaningsih, A., & Feladita, N. (2023). Uji efektivitas antiinflamasi dalam sediaan salep lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Analisis Farmasi, 8(1).
[7]. Nadia, P., Meilina, R., Astryna, S. Y., & Rahmi, N. (2024). Uji aktivitas salep ekstrak etanol daun balakacida (Chromolaena odorata) terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit putih (Mus musculus). Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10.
[8]. Wijayantini, R., Cahyaningsih, R., & Permatasari, A. N. (2019). Efektivitas salep ekstrak etanol 70% daun pandan wangi terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit putih jantan. Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(1), 30–38.
[9]. Ayu, D., Kumaradewi, P., Subaidah, W. A., & Andayani, Y. (2021). Phytochemical screening and antioxidant activity test of ethanol extract of buni leaves (Antidesma bunius L. Spreng) using DPPH method. 7(2).
[10]. Zulkefli, N., Nur, C., Che, M., Sayuti, N. H., Kamarudin, A. A., Saad, N., et al. (2023). Flavonoids as potential wound-healing molecules: Emphasis on pathways perspective.
[11]. Astuti, D. P., & Fadhilah, A. (2020). Effectiveness of healing second degree burns gel preparation of bilimbi extract (Averrhoa bilimbi L.). JPS, 2025(2), 903–912.
[12]. Julita, T. E., & Maulana, I. (2024). Formulation and evaluation of burn gel preparations of suruhan herb leaf extract (Peperomia pellucida) in Bogor City. Jurnal Farmasi Kryonaut, 3(1).
[13]. Septiningrum, C. H., Ariastuti, R., & Ahwan. (2024). Uji skrining fitokimia ekstrak etanol 96% daun markisa ungu (Passiflora edulis Sims). Jurnal Farmasi SYIFA, 2(2), 37–41.
[14]. Purwanti, N. U., Luliana, S., & Sari, N. (2018). Pengaruh cara pengeringan simplisia daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap aktivitas penangkal radikal bebas DPPH. 1(2), 63–72.
[15]. Rifkia, V., & Revina, R. (2023). Pengaruh variasi bahan: Pelarut dan lama ekstraksi ultrasonik dari ekstrak daun kelor terhadap rendemen dan kadar total fenol. 15, 94–100.
[16]. Adriana, U. H., Nofita, & Marcelia, S. (2024). Uji aktivitas kombinasi ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum × africanum Lour.) dan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai antibakteri pada Salmonella typhi. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(1), 185–196.
[17]. Rahmawati, Y., Febrianti, I., Priadi, D. F., & Rachmaniah, O. R. (2023). Food colorant from natural sources: Suji leaves (Pleomele angustifolia) and dragon fruit peel (Hylocereus sp.). 4(1), 1–8.
[18]. Rahadyana, R. Z., Artini, K. S., & Wardani, T. S. (2024). Uji aktivitas antioksidan ekstrak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) dengan metode DPPH. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(9), 8049–8056.
[19]. Rahimah, S., Salampe, M., Syamid, A. G., Ismail, I., & Nisa, M. (2023). Uji aktivitas ekstrak etanol daun bidara laut (Strychnos ligustrina Blume) terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(2), 220–228.
[20]. Hati, M. P., Pratama, R. R., Ittiqo, D. H., Nurbaety, B., & Sugara, T. H. (2024). Uji aktivitas gel ekstrak etanol kulit batang pulai (Alstonia scholaris) pada kelinci sebagai obat luka bakar. Jurnal Pharm, 2(2), 99–107.
[21]. Susanti, S., Primadiamanti, A., & Ulfa, A. M. (2022). Evaluasi fisik sediaan salep ekstrak akar putri malu (Mimosa pudica L.) dengan variasi konsentrasi. Jurnal Farmasi Malahayati, 5(2), 188–202.
[22]. Setyaningsih, R., Prabandari, R., & Febrina, D. (2022). Formulasi dan evaluasi salep ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) pada penghambatan Propionibacterium acnes. Pharm Genius, 1(1), 1–11.
[23]. Ohee, T. A. E., Puspitasari, K., & Wibowo, J. T. (2024). Formulasi dan evaluasi salep ekstrak daun singkong (Manihot esculenta Crantz) sebagai obat luka bakar. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(10), 4707–4717.
[24]. Usman, Y., Hasma, & Panaungi, A. N. (2024). Uji aktivitas salep ekstrak etanol daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) untuk luka bakar pada kelinci. Jurnal MIPA, 13(2), 99–104.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Made Agus Sunadi Putra, Ni Komang Ayu Trias Pradnyawati, I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.