Hubungan Demografi dan Pengetahuan tentang Penggunaan Obat Tradisional: Studi pada Masyarakat Banjar X, Kabupaten Gianyar
DOI:
https://doi.org/10.36733/usadha.v4i3.13134Kata Kunci:
demografi, obat tradisional, masyarakat, pengetahuanAbstrak
Penggunaan obat tradisional di era modern semakin diminati karena dianggap memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat modern. Obat tradisional telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat serta menganalisis hubungan faktor demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) dengan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan obat tradisional. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan analitik dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara door-to-door. Lokasi penelitian adalah Banjar X, Kabupaten Gianyar, dengan populasi sebanyak 619 kepala keluarga. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik (52,9%). Analisis hubungan demografi dengan pengetahuan masyarakat menunjukkan adanya hubungan antara usia (p = 0,079), pendapatan (p = 0,076), dan pendidikan (p = 0,064) dengan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan obat tradisional. Terdapat hubungan antara faktor demografi tertentu, yaitu usia, pendidikan, dan pendapatan, dengan tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional di Banjar X. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik demografi berperan penting dalam membentuk literasi kesehatan masyarakat terkait obat tradisional.
Referensi
[1]. Parwata IMOA. Obat Tradisional. Jurnal Keperawatan Universitas Jambi. 2016;218799.
[2]. Azizah AN, Kurniati CH. Obat Herbal Tradisional Pereda Batuk Pilek Pada Balita. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2020;11(2):29.
[3]. Anonim. PROFIL DESA LEBIH. 2021.
[4]. Afriliana. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Dikecamatan Mlati. Universitas Islam Indonesia. 2019;1–72.
[5]. Yuhara NA, Rawar EA, Admaja SP. Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Herbal Dalam Pencegahan Covid-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2020;(November):385–92.
[6]. Darsini D, Fahrurrozi F, Cahyono EA. Pengetahuan; Artikel Review. Jurnal Keperawatan. 2019;12(1):13.
[7]. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung. 2019.
[8]. Meithia A. Peningkatan Literasi Kesehatan Berbasis Tanaman Obat Keluarga melalui Pelatihan Pembuatan Jamu pada Pendidikan Kesetaraan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society [Internet]. 2025 Sep 12;4(3):192–200. Available from: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/Jpmf/article/view/34031
[9]. Reiza Adiyasa M. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan [Internet]. 2021;4(3).
[10]. Desni F, Agung Wibowo T, Rosyidah. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku Kepala Keluarga Dengan Pengambilan Keputusan Pengobatan Tradisional Di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 2021.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fitria Megawati, Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, Ni Luh Firda Ekayanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.