ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DITINJAU DARI TINGKAT SELF-EFFICACY
DOI:
https://doi.org/10.36733/pemantik.v6i1.13920Keywords:
Bilangan Bulat, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Siswa Kelas VII, Self-EfficacyAbstract
Kemampuan pemecahan masalah matematika menjadi indikator krusial dalam menilai efektivitas pembelajaran, namun PISA 2022 menunjukkan performa siswa Indonesia masih rendah. Faktor afektif, khususnya self-efficacy (keyakinan individu terhadap kemampuannya) diduga mempengaruhi kualitas pemecahan masalah. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self-efficacy siswa kelas VII A SMPN 1 Kuta Utara pada materi bilangan bulat. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan pada 9 subjek terpilih dari kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket, tes pemecahan masalah valid dan reliabel (0,96), wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi menyelesaikan tahapan pemecahan masalah secara sistematis, kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian besar tahapan namun mengalami hambatan, sedangkan kategori rendah mengalami kesulitan sejak tahap memahami masalah dan gagal menyelesaikan seluruh proses.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Komang Widya Astuti, I Made Dharma Atmaja, I Ketut Suwija

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








