ANALISIS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS UDARA AMBIEN DI KABUPATEN BANGLI
DOI:
https://doi.org/10.36733/jikt.v15i2.15017Keywords:
Emisi Kendaraan, Karbon Monoksida, Hidrokarbon, Kualitas Udara Ambien, BangliAbstract
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di area perkotaan dan koridor regional berpotensi menurunkan kualitas udara akibat emisi gas buang beracun seperti Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan opasitas asap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik emisi gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan diesel serta mengkaji hubungannya dengan kondisi kualitas udara ambien di Kabupaten Bangli. Pengujian emisi dilakukan terhadap 82-unit kendaraan sampel pada UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli menggunakan alat Gas Analyzer berprinsip Non-Dispersive Infrared (NDIR) dan Smoke Tester berprinsip penyerapan cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kendaraan uji (100%) dinyatakan memenuhi ambang batas baku mutu emisi yang ditetapkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006. Kendaraan bensin kategori tahun produksi 2007 menghasilkan rata-rata konsentrasi emisi CO berkisar 0,058%–0,253% dan HC berkisar 1,21 ppm–24,30 ppm. Sebaliknya, kendaraan bensin kategori <2007 menghasilkan emisi signifikan lebih tinggi dengan CO berkisar 0,39%–3,50% dan HC berkisar 21,00 ppm–407,00 ppm. Tingginya emisi pada kendaraan tua disebabkan oleh penggunaan sistem pencampuran bahan bakar karburator konvensional dan ketiadaan catalytic converter. Pada kendaraan mesin diesel, rata-rata opasitas asap berkisar antara 19,48%–26,40% (ambang batas maks. 40%–70%). Sejalan dengan rendahnya kadar emisi kendaraan, Indeks Kualitas Udara (AQI) Kabupaten Bangli berada pada kategori "Baik" hingga "Sedang" (39–62 AQI US). Topografi dataran tinggi, kerapatan vegetasi, dan arus lalu lintas yang lancar turut mendukung percepatan dispersi polutan di udara ambien.
References
Badami, M. G. (2005). Transport and air pollution in urban areas: Towards an integrated policy framework for India. Energy Policy, 33(13), 1697–1704. https://doi.org/10.1016/j.enpol.2004.02.008
Badan Standardisasi Nasional. (2005). Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7117.10-2005: Emisi Gas Buang - Sumber Bergerak - Cara Uji Kadar Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) Standar Idle. Jakarta: BSN.
Heywood, J. B. (2018). Internal Combustion Engine Fundamentals (2nd ed.). New York: McGraw-Hill Education.
IQAir. (2023). Indeks Kualitas Udara (AQI) dan Polusi Udara PM2.5 di Bangli. Diambil 23 September 2023, dari https://www.iqair.com/id/indonesia/bali/bangli
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Uji Emisi Kendaraan Sebagai Bentuk Kontribusi Masyarakat Terhadap Pengendalian Pencemaran Udara. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Mabruwaru. (2017). Pengertian Transportasi Menurut Beberapa Ahli. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Diambil dari http://e-journal.uajy.ac.id/12048/4/MTS024302.pdf
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama. Jakarta: Sekretariat Negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pulkrabek, W. W. (2014). Engineering Fundamentals of the Internal Combustion Engine (2nd ed.). Upper Saddle River: Pearson Prentice Hall.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Ketut Sri Astati Sukawati, I Gusti Agung Gde Suryadarmawan, Ni Kadek Canistri Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




