INTEGRASI BAGA PALEMAHAN DAN INFRASTRUKTUR SIPIL: MODEL MANAJEMEN BANJIR ROB DAN FLUVIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA ADAT SIDAKARYA, DENPASAR

Authors

  • Ida Bagus Suryatmaja Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.36733/jikt.v15i2.14503

Keywords:

Baga Palemahan, Infrastruktur Sipil, Manajemen Banjir, Banjir Rob, Desa Adat Sidakarya

Abstract

Desa Adat Sidakarya yang terletak di kawasan pesisir Kota Denpasar menghadapi ancaman ganda berupa banjir rob akibat pasang laut maksimum dan banjir fluvial akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi. Pendekatan infrastruktur teknis semata (hard engineering) sering kali tidak optimal akibat alih fungsi lahan yang masif dan lemahnya kepatuhan sosial terhadap sempadan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan merumuskan model manajemen banjir hibrida yang menyatukan kearifan lokal tata ruang Bali, yaitu Baga Palemahan, dengan infrastruktur sipil. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi spasial, wawancara mendalam, serta telaah dokumen awig-awig. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur fisik seperti pintu air pasang surut, sumur resapan, dan sistem polder dapat disinergikan dengan revitalisasi Telajakan dan Teba sebagai bioretensi alami. Selain itu, penegakan Awig-awig terkait kesucian Loloan (muara/sungai) terbukti efektif sebagai perisai non-struktural yang melindungi infrastruktur fisik. Model integrasi ini direkomendasikan untuk dilegalisasi melalui Peraturan Tata Ruang Air Desa Adat yang tidak hanya meningkatkan resiliensi hidrologis kawasan pesisir, tetapi juga melestarikan nilai-nilai ekologis dan kultural masyarakat Bali.

References

Abidin, H. Z., Andreas, H., Gumilar, I., & Brinkman, J. (2015). Study on the risk and impacts of land subsidence in Jakarta. Proceedings of the International Association of Hydrological Sciences, 372, 115–120. https://doi.org/10.5194/piahs-372-115-2015

Bappeda Kota Denpasar. (2023). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar Tahun 2023-2043. In Pemerintah Kota Denpasar.

BMKG. (2025). Laporan Curah Hujan Indonesia. Di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Geertz, C. (1980). Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali. In Princeton University Press. Princeton University Press.

Kodoatie, R. J. (2021). Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota. Penerbit Andi.

Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata Ruang Air. Penerbit Andi.

Marfai, M. A., & King, L. (2008). Potential vulnerability implications of coastal inundation from sea-level rise in the coastal zone of Semarang City, Indonesia. Environmental Geology, 54(6), 1235–1245.

Mercer, J., Kelman, I., Taranis, L., & Suchet‐Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction. Disasters, 34(1), 214–239.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis. sage.

Pemerintah Provinsi Bali. (2020). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. In Lembaran Daerah Provinsi Bali.

Samadhi, T. N. (2001). The urban design of a Balinese town: placemaking issues in the Balinese urban setting. Habitat International, 25(4), 559–575.

Sudaryono. (2017). Sinergitas Kebijakan Berbasis Kultural dalam Manajemen Kebencanaan Lingkungan. Jurnal Penataan Ruang, 12(2), 89–102.

Suhardiman, D., Kumnerdpet, W., & Giordano, M. (2014). Customary water rights and local institutions in the face of urban spatial dynamics in Bali. Human Ecology, 42(6), 875–889.

Suputra, I. G. N., Sutapa, I. K., & Widnyana, I. N. (2020). Model Mitigasi Bencana Banjir Rob Di Kawasan Bali Selatan Berbasis Partisipasi Masyarakat. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 24(1), 45–56.

Tucci, C. (2007). Urban Flooding Management. World Meteorological Organization. Cap-Net International Network for Capacity Building in Integrated Water Resources Management. WMO/TD No. 1372.

Windia, I. W., & Wiguna, W. A. A. (2013). Subak dan Sistem Irigasi Tradisional Bali: Dinamika Kultural Tata Ruang Air. In Udayana University Press. Udayana University Press.

Wiryawan, I., & Ernawati, N. (2024). Tri Hita Karana in the Spatial Planning of Bali Province in National and Regional Regulations as an Environmental Conservation Effort. International Journal of Environmental Impacts, 7, 31–40. https://doi.org/10.18280/ijei.070104

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Suryatmaja, I. B., Ritaka Wangsa, A. A. R., & Mirayani Pradnyadari, N. L. M. A. (2026). INTEGRASI BAGA PALEMAHAN DAN INFRASTRUKTUR SIPIL: MODEL MANAJEMEN BANJIR ROB DAN FLUVIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA ADAT SIDAKARYA, DENPASAR. Jurnal Ilmiah Kurva Teknik, 15(2), 167–176. https://doi.org/10.36733/jikt.v15i2.14503