Analisis Kandungan Asam Benzoat dan Kalium Sorbat Dalam Minuman yang Diproduksi UMKM di Bali Selatan Periode 2025
DOI:
https://doi.org/10.36733/usadha.v4i3.13153Kata Kunci:
pengawet, minuman, asam benzoat, kalium sorbatAbstrak
Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang mendorong pertumbuhan industri UMKM, termasuk sektor minuman tradisional. Minuman tradisional umumnya diproduksi secara alami tanpa penambahan bahan pengawet. Namun, untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga keamanan produk hingga sampai ke konsumen, beberapa produsen menambahkan zat pengawet. Penggunaan pengawet dalam jumlah berlebih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan asam benzoat dan kalium sorbat sebagai bahan pengawet dalam minuman yang diproduksi oleh UMKM di Bali Selatan pada periode tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan analisis kualitatif dan kuantitatif menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sampel penelitian terdiri dari 22 produk minuman yang diproduksi UMKM di Bali. Seluruh sampel dianalisis untuk mengetahui keberadaan dan kadar asam benzoat serta kalium sorbat. Hasil analisis menunjukkan bahwa 22 sampel minuman yang diperiksa tidak mengandung asam benzoat maupun kalium sorbat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minuman UMKM yang diteliti pada periode ini tidak mengandung bahan pengawet tersebut.
Referensi
[1] Semarandana IPYA, Mustika MDS. Strategi Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif dalam Meningkatkan Pendapatan Industri Kuliner di Kota Denpasar. Journal of Business, Finance, and Economics (JBFE). 2025 Juni; 6(1):75-86,
[2] Belitz HD, Grosch W, Schieberle P. Food Chemistry. 4th ed. Springer; 2009.
[3] Damodaran S, Parkin KL, Fennema OR. Fennema’s Food Chemistry. 5th ed. CRC Press; 2017.
[4] Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan BPOM Nomor 11 tentang Batas Maksimum Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: BPOM RI; 2019.
[5] FAO-WHO. Codex general standard for food additives (GSFA) online database. Codex Alimentarius; 2023. [cited 2025 December 1]. Available from: https://www.fao.org/gsfaonline/groups/details
[6] Najmeh Yazdanfar, Leila Manafi, Boshra Ebrahiminejad, Yeganeh Mazaheri, Parisa Sadighara, Burhan Basaran, Sara Mohamadi. Evaluation of Sodium Benzoate and Potassium Sorbate Preservative Concentrations in Different Sauce Samples in Urmia, Iran. Journal of Food Protection. 2023 July. 86(8):100118.
[7] Nanda S, Sarkar D. High Performance Liquid Chromatography (HPLC): A Review. Journal of Chemical and Pharmaceutical Sciences. 2014;7(3):123–30.
[8] Shina Hajar Nur Laili, Titisari Juwitaningtyas. Analisis Kadar Benzoat, Sorbat, dan Sakarin pada Sampel Makanan Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta. Sainteks 2024; 21(2): 159-168, DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.23159.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Milyadi Sugijanto, Vallina Rahmadinha, Ni Kadek Devyantari, Putu Ayu Gaudiya Waisnawi , Ni Luh Kade Arman Anita Dewi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.