PENETAPAN KADAR PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA SAMBAL KEMASAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

  • Dewa Ayu Ika Pramitha Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ms. Yasinta Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Mrs. Debby Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: natrium benzoat, sambal kemasan, spektrofotometri UV-Vis

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penatapan kadar pengawet natrium benzoat pada sambal kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat pada sambal kemasan dan kadar natrium benzoat yang terdapat dalam sambal kemasan. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 6 sampel sambal kemasan pada beberapa merk yang beredar di pasar swalayan daerah Denpasar Barat. Analisa kualitatif pada penelitian ini dilakukan dengan cara pemisahan menggunakan dietil eter dan membentuk endapan ferri benzoat. Pada penetapan kadar natrium benzoat dapat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil pada penelitian ini ditemukan 2 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat dengan kadar 157,767 mg/kg untuk sampel A dan 182,8 mg/kg untuk sampel B. Namun, kadar yang didapatkan pada sampel A dan B tidak melebihi batas kadar yang terdapat pada Peraturan Menteri Kesehatan (permenkes) No 722/Menkes/PER/IX/88 yaitu 1000 mg/kg.

Author Biographies

Dewa Ayu Ika Pramitha, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

Ms. Yasinta, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

Mrs. Debby, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

References

Badan Standarisasi Nasional. 1992. SNI 01-2973-1992. Syarat Mutu dan Cara Uji Biskuit. Jakarta.
Cahyadi, W., 2008. Analisis Dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : Bumi Aksara.

Cahyadi. W., 2009. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Depkes, RI., 1988. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MENKES/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.

Gandjar, I. G., 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maidah. 2015. Analisis kualitatif dan kuantitatif natrium benzoat, boraks dan formalin dalam berbagai makanan olahan yang terdapat di lingkungan sekolah dasar kecamatan tamalanrea kota makassar. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alamuniversitas Hasanuddin Makassar. diakses pada tanggal 8 Maret 2018.

Nurcahyani. 2005. Analisis Kadar Natrium Benzoat dan Jenis Zat Aditif Pewarna Pada Saus tidak Bermerk di Pasar Dinoyo Malang. Skripsi Sarjana pada FMIPA Universitas Muhammadiyah Malang. diakses pada tanggal 8 Maret 2018.

Rorong, J.A., 1996. Analisis Asam Benzoat dan Sorbat Sebagai Bahan Pengawet Pada Berbagai Bahan Pangan Secara Spektrofotometri UV-Vis, Tesis, Program Pascasarjana MIPA- Kimia. Univeresitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Saparinto, C dan Hidayati, D., 2006. Bahan tambahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius.

Shargel, L. 1985. Biofarmasetika dan farmakokinetika Terapan. Penerjemah Fasich. Edisi kedua

Siaka. 2009. Analisis Bahan Pengawet Benzoat Pada Saos Tomat yangBeredar di Wilayah Kota Denpasar. Jurnal Kimia 3 (2): 87-92.
SNI (Standar Nasional Indonesia), Cara Uji Bahan pengawet Makanan dan Bahan Tambahan yang di larang untuk makanan, Pusat Standarisasi Industri Departemen Perindustrian , 1-01-0222-1995.

Yuwano, M. and Indriyanto, G., 2005. Validation of chomatographic methods of analysis. Profiles of drug substances excipients and related methodology, Vol. 32 : 243-259

Zuraidah, Y., 2007. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Formalin pada Pedagang Tahu di Pasar Flamboyan Kota Pontianak. Ilmiah Pannamed 2(1): 9-12.
Published
2020-06-19
How to Cite
Pramitha, D. A. I., Dewi, K. A. Y., & Juliadi, D. (2020). PENETAPAN KADAR PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA SAMBAL KEMASAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Jurnal Ilmiah Medicamento, 5(1), 39-44. https://doi.org/10.36733/medicamento.v5i1.838