KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA BLACK GARLIC TUNGGAL DAN MAJEMUK SECARA IN-VITRO DENGAN DPPH

  • Dewa Ayu Ika Pramitha Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Komang Gita Sundari Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: antioksidan, black garlic majemuk, black garlic tunggal, DPPH

Abstract

Bawang putih (Allium sativym L) merupakan salah satu jenis tanaman yang telah banyak dimanfaatkan baik dibidang pangan maupun kesehatan. Kandungan senyawa yang terdapat dalam umbi bawang putih diantaranya adalah allicin dan sulfur amino acid alliin. Beberapa penelitian telah menunjukan berbagai pengaruh farmakologis dari bawang putih, misalnya sebagai antibakteri, antijamur, antihipertensi, antikanker, dan menunjukan efek perlindungan yang berkaitan dengan sifat antioksidannya. Bawang putih dapat diolah dengan cara fermentasi dan menghasilkan bawang hitam (black garlic). Black garlic merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 65-80ºc dengan kelembapan 70-80% dari suhu kamar selama satu bulan. Black garlic memiliki warna hitam dan ringan karena kadar airnya berkurang serta memiliki aroma dan rasa yang tidak terlalu menyengat seperti bawang putih. Terdapat dua jenis bawang putih yang dapat dijadikan black garlic, yaitu bawang putih tunggal dan majemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan black garlic tunggal dan majemuk secara in-vitro dengan DPPH. Proses fermentasi dilakukan selama 3 minggu didalam magic com. Pengujian aktivitas antioksidan black garlic dilakukan dengan menggunakan DPPH sebagai sumber radikal dan diujikan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa black garlic tunggal dan majemuk memiliki kapasitas antioksidan sangat kuat dengan nilai secara berturut-turut sebesar 1,529 ppm dan 1,602 ppm ekivalen asam galat.

Author Biographies

Dewa Ayu Ika Pramitha, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

Ni Komang Gita Sundari, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Prodi D3 Farmasi

References

Ambarsari, I.Q. (2013). Penerapan Standar Penggunaan Pemanis Buatan pada Produk Pangan, Semarang: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah

Bae, S.H., Cho, S.Y., Wox, Y.D., Lee, S.H., dan Pord, H.J. (2010). Infuence of Steeping Solution and Stroge Temperature on the Color Change of Garlic Journal Food Science 75 (1) : C108-C112

Choi, J.G., Kang, O.K., Lee, Y.S., Oh, Y.C., Chae, H.S., Jang, H.J., Shin, D.W., and Kwon, D.Y. (2008). In Vitro Activity of Metyl Gallate Isolated from Galla Rhois Alone and in Combination with Ciprofloxacin Agains Clinical Isolates of Salmonella, J. Microbiol. Biotecnol. 18 (11) : 1848-1852

Harmita. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya.Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I, No.3. Hal. 117-135.

Lee, Y. M. (2009). Antioxidant Effect Of Garlic And Aged Black Garlic In Animal Model Of Types 2 Diabetes Melitus. Nutrition Research And Practice, Vol 3 (2). Hal: 156-162

Pratheesh, V.B., Benny, N & Sujatha, C.H. (2009). Isolation, Stabilization and Characterization of xanthophyll from Marigold Flower-Tagetes erecta-L. Modern Applied Science. 3(2): 19-28

Wang, D., Feng, Y., Liu, J., Yan, J., Wang, M., Saki, J. (2010). Black Garli (Allium sativum L.) extracts enhace the immune system. Medicinal and Aromatic Plant Science and Biotecnhology. (4) :37-40

Wang, W., & Sun, Y. (2017). In vitro and in vivo antioxidant activities of polyphenol extracted from black garlic. Food Science and Technology, 37(4), 681-685.

Xu, G.; Ye, X.; Chen, J.; Liu, D. (2007). Effect of heat treatment on the phenolic compounds and antioxidant capacity of citrus peel extract. J. Agric. Food. Chem. 5(5) : 330-335
Published
2020-09-30
How to Cite
Pramitha, D. A. I., & Sundari, N. K. G. (2020). KAPASITAS ANTIOKSIDAN PADA BLACK GARLIC TUNGGAL DAN MAJEMUK SECARA IN-VITRO DENGAN DPPH. Jurnal Ilmiah Medicamento, 6(2), 79-83. https://doi.org/10.36733/medicamento.v6i2.1030