EKSTRAK KUERSETIN KULIT UMBI BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) KINTAMANI SEBAGAI KRIM ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mus Musculus DENGAN METODE Hot Plate

  • Debby Juliadi
  • Mrs. Dewi Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: antiinflamasi; krim; karagenan; hot-plate; ekstrak kulit bawang merah

Abstract

Inflamasi atau radang merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator. Inflamasi memiliki angka kejadian yang cukup tinggi, dimana inflamasi dapat disebabkan oleh trauma fisik, infeksi maupun reaksi antigen dari suatu penyakit. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antiinflamasi adalah bawang merah (Allium cepa L.). Bawang merah memiliki kandungan senyawa flavonoid yaitu kuarsetin yang diyakini dapat digunakan sebagai antiinflamasi. Ekstraksi dilakukan secara maserasi mengunakan pelarut etanol 96%, lalu ekstrak diformulasikan menjadi krim M/A dan dievaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas pada hari 1 sampai minggu ke 6. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa formula krim  ekstrak kulit umbi bawang merah (Allium cepa L) dengan konsentrasi ekstrak 160 lebih baik dibandingkan formula dengan konsentrasi ekstrak 0,32% dilihat dari perbedaan hasil uji daya lekat dan daya sebar yang dihasilkan oleh formula 1 lebih baik. Krim dengan konsentrasi zat aktif  0,16%  memiliki mutu fisik yang stabil dalam penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi krim ekstrak kulit bawang merah dan untuk mengetahui konsentrasi krim ekstrak kulit bawang merah yang memiliki aktivitas antiinflamasi pada mencit putih jantan menggunakan metode rangsang panas dengan alat hot-plate dan metode induksi karagenan 1% pada telapak kaki mencit. Pada penelitian ini digunakan hewan coba berupa mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok masing-masing terdiri dari enam ekor mencit. Kelompok A sebagai kontrol negatif diberi basis krim, kelompok B sebagai kontrol positif diberi emulgel Voltaren (Natrium diklofenak), kelompok C sebagai kelompok uji diberi krim ekstrak kulit bawang merah konsentrasi 0,16%, kelompok D sebagai kelompok uji diberi krim ekstrak kulit bawang merah konsentrasi 0,32%. Pengukuran volume inflamasi dilakukan selama 5 jam dengan interval 60 menit. Pengukuran daya antiinflamasi dilakukan dengan menggunakan Plastimometer. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit bawang merah konsentrasi 0,16% dan 0,32% memiliki efek antiinflamasi pada mencit yang diinduksi karagenan dengan krim ekstrak kulit umbi bawang merah konsentrasi 0,32% memiliki efek antiinflamasi yang lebih tinggi dibandingkan krim ekstrak kulit umbi bawang merah konsentrasi 0,16%.

Author Biography

Mrs. Dewi, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Farmasi Umum dan Apoteker

References

Andini, Rika, 2018, Efek Analgesik Gel Infusa Daun Mengkudu (Morinda citriolia L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) Galur Balb/c, Karya Tulis Ilmiah Akademi Farmasi Saraswati Denpasar.

Agoes, Goeswin. 2009. Tekonologi Bahan Alam. Bandung: ITB

Ansel, H, 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta Penerbit Universitas Indonesia (UI-press)

Astuti, D,Puji., Husni, Patihul., Hartono, Kusdi, Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Antiseptik Tangan Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavandula angustifolia Miller). Sumedang. Jawa Barat. Fakultas Farmasi. Universitas Padjadjaran.

Depkes RI., 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Depkes RI., 2002. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat,.Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dorland, W.A. Newman.2012. Kamus Kedokteran Dorlan, edisi 28. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Muthia, Indah. 2017, Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Salam India (Murraya koenigii L.). Denpasar, Akademi Farmasi Saraswati Denpasar.

Nawangsari, Dwi. 2008. Pemanfaatan Bawang Merah (Allium Cepa L.) Sebagai Kemoterapi. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Ningsi, Surya, 2016. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Daun Binahong (Andredera cordifolia). Makassar. Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin.

Nugroho A.E. 2012. Farmakologi Obat-obat Penting dalam PembelajaranIlmu Farmasi dan Dunia Kesehatan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rita, Trisnayanti, 2016, Uji Mutu Fisik Gel Ekstrak Etanol Daun Binahong Dengan Variasi Gelling Agent Karbomer dan CMC-Na. Akademi Farmasi Saraswati Denpasar.

Rowe, G.R., P.J.Sheskey, S.C.Owen, 2006, Handbook of PHarmaceutical Excipients 5th Edition, Pharmaceutical Press: London

Sampurno.2007. Obat Herbal Dalam Perspektif Medik dan Bisnis. Journal traditional medicine, Vol. 12(42) : 18-27

Setyarini, Holida. 2009. Uji Daya Inflamasi Gel Ekstrak Etanol Jahe 10% (Zingiber officinale Roscoe) yang Diberikan Topikal Terhadap Udem Kaki Tikus Ynag Diinduksi Karagenin. Surakarta, Universitas Muhammadiyah.

Soemarie,Y.B .,2016. Uji Aktivitas Antiinflamasi Kuersetin Kulit Merah (Allium cepa L.) pada Mencit putih jantan (Mus musculus). Karya tulis ilmiah, samarinda, Akademi Farmasi Samarinda.

Swarbrick, J. dan Boylan, J., 1995, Percutaneous Absorption, in Encyclopedia of Pharmaceutical Technology, Volume 11, Marcel Dekker Inc., New York,

Syamsuni,H.a,2006, Ilmu Resep. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tjay, T.H., dan Raharja, K. 2007. Obat-Obat Penting. Jakarta: PT. Gramedia

Wasito,H.2011, Obat Tradiosional Kekayaan Indonesia.Graha Ilmu. Yogyakarta

Widianti, Z. 2017. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Zaitun (Olea europaea L.) Pada Edema Telapak Kaki Tikus Galur Sprague-Dawley yang Diinduksi Karagenan. Skripsi. Jakarta. Universitas Islam Negeri.Yuliati, K.S. 2010. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Kulit Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Karagenni. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Muhammadiyah Surakarta
Published
2019-09-30
How to Cite
Juliadi, D., & Agustini, N. P. D. (2019). EKSTRAK KUERSETIN KULIT UMBI BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) KINTAMANI SEBAGAI KRIM ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mus Musculus DENGAN METODE Hot Plate . Jurnal Ilmiah Medicamento, 5(2), 97-104. https://doi.org/10.36733/medicamento.v5i2.496