Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Pekalongan
DOI:
https://doi.org/10.36733/usadha.v5i1.13683Kata Kunci:
Pengetahuan, Sikap, Tanaman Obat KeluargaAbstrak
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang berperan dalam upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan TOGA di masyarakat masih dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat Kota Pekalongan terhadap pemanfaatan TOGA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online dan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup, dengan tanaman obat yang paling banyak dikenal yaitu jahe, kunyit, dan sereh. Sikap masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA secara umum berada pada kategori baik, yang menunjukan adanya dukungan terhadap penggunaannya sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan keluarga. Namun demikian, pemanfaatan TOGA masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai cara pengolahan dan penggunaan yang tepat serta ketersediaan tanaman obat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki sikap yang baik terhadap pemanfaatan TOGA yang lebih tepat dan berkelanjuan.
Referensi
[1]. Yuningsih R. Pengobatan tradisional di unit pelayanan kesehatan. Info Singkat Kesejahteraan Sosial. 2020;4(5):36–9.
[2]. Dewi NR, Putri DA, Lismalinda D, Kurniawan HA, Arini HN, Kurniawan M. Sosialisasi pemanfaatan apotek hidup kepada siswa SDN Legundi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Masyarakat Merdeka. 2024;7(2):108.
[3]. Nurvia D. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan obat herbal dan uraian biaya dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Desa Magalau Hulu Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Borneo Journal of Pharmascientech. 2022;6(1):14–8.
[4]. Tsani AP, Tsaniyah T, Nurdin FS, Stat M. Eksistensi tanaman obat keluarga (TOGA) di masyarakat. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2024;5(3):1–9.
[5]. Dhurotun Nisa NE. Gambaran pengetahuan masyarakat dalam penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Benzena Pharmaceutical Science Journal. 2024;3(4):60–75.
[6]. Indrayani F, ANS. Swamedikasi dengan obat tradisional: studi evaluatif di Kelurahan Cempaniga, Kabupaten Maros. Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology. 2025;10(1):21–32.
[7]. Maida P, S. Hubungan karakteristik dengan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA di Kelurahan Cileungsi Kidul. Jurnal Kefarmasian. 2022;9:10–9.
[8]. Agustini DPN, Megawati F, Juliadi D, Widiari NNS. Tingkat pengetahuan penggunaan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan pada masyarakat Desa Bindu. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional. 2023;2(3):9–14.
[9]. Adiningsih MR, Atikah N, MAAW. Gambaran pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA untuk meningkatkan imunitas tubuh di Kelurahan Mojodoyong Kabupaten Sragen. Jurnal Jamu Kusuma. 2022;2(1):30–7.
[10]. Agustini NPD, Megawati F, Juliadi D, Widiari NNS. Tingkat pengetahuan penggunaan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan pada masyarakat Desa Bindu. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional. 2023;9:9–14.
[11]. Maulana HR, Akbar NH, Muliyani, Isnani N. Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi. 2023;5(1):34–8.
[12]. Inderiati D, Widhyasih RM, Lestari D, MAG S. The potential of JAKULS plants (ginger, turmeric, galangal, and lemongrass) as an effort to improve local health and economy. Jurnal Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin. 2026;8(1):1–10.
[13]. Safitri R, Munthe NBG. Knowledge and use of family medicinal plants in Pasar VI Village, Kualanamu, Sumatera Utara. Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus. 2022;8(1):1–16.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Indri Andini, Nila Oktaviani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.