Literature Review: Fitoterapi Berbasis Tanaman Obat Sebagai Alternatif Pengobatan Infeksi Bakteri
DOI:
https://doi.org/10.36733/usadha.v5i1.13488Kata Kunci:
antibakteri, tanaman obat, metabolit sekunder, infeksiAbstrak
Penyakit infeksi bakteri masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan, terutama akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi berbagai tanaman obat sebagai agen antibakteri berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dan diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat memiliki aktivitas antibakteri dengan tingkat daya hambat yang bervariasi, yang dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Berdasarkan hasil tersebut, tanaman obat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami dan alternatif dalam penanganan infeksi bakteri.
Referensi
[1]. Yuda PESK, Pramesti LRW, Nayaka NMDMWN. Mini review: potensi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai antibakteri. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional.
[2]. Pattipeilohy AJ, Umar CBP, Pattilouw MT. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus) di Desa Lisabata terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan. 2022;2:80–90.
[3]. Yani RD, Hasanuddin S, Saafi LO. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya. 2024;3:392–408.
[4]. Safutri W, Dwiningrum R, Putri NA. Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun salam dan daun sambiloto terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. 2024;24:131–141.
[5]. Harmoni DNS, Alfarizi LM, Dewi H. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia. 2025;3:35–42.
[6]. Saputro IRCD, Purwanto A. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap Escherichia coli dengan metode difusi silinder. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 2022;5:1900–1905.
[7]. Irmayanti N, Harnis ZE. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Farmasi dan Herbal.
[8]. Nasri N, Kaban VE, Gurning K. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya Linn.) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Sains dan Teknologi. 2022;1:252–259.
[9]. Pudiarifanti N, Farizal J. Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih tunggal terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Higea. 2022;14:66–71.
[10]. Adriana L, Dewi C, Nasir NH. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun keji beling (Strobilanthes crispa BI.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya. 2023;2:162–174.
[11]. Herdiansyah AF, Bariun LO, Dewi C. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya. 2023;2:106–116.
[12]. Shina MAI, Wardani TS, Artini KS. Uji aktivitas antibakteri ekstrak, fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan daun petai cina (Leucaena leucocephala) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. 2024;2:1–37.
[13]. Lumbantobing H, Sartini, Rahmiati. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun pepaya (Carica papaya) dan ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmiah Biologi UMA. 2022;4:18–26.
[14]. Kulla PDK, Herrani R. Uji aktivitas antibakteri ekstrak bawang lanang (Allium sativum L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Journal of Healthcare Technology and Medicine. 2022;8:1408–1420.
[15]. Niken, Yusuf RN, Annita. Aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Jurnal Ilmiah Biologi. 2022;10:726–735.
[16]. Subaryanti, Sholikhah M, Bahri S. Standardisasi parameter spesifik dan nonspesifik ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) aksesi Purbalingga sebagai obat antibakteri. Jurnal Ilmu Kefarmasian. 2018;17:88–96.
[17]. Alaina N, Mambang DEP, Nasution MP. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) terhadap Staphylococcus epidermidis. Best Journal. 2023;6:647–653.
[18]. Mulqie L, Suwendar, Raji MF. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu air (Eugenia aqueum (Burm. f.) Alston) dengan mikrodilusi agar. Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa. 2022;5:1–8.
[19]. Nisyak K, Hisbiyah A, Haqqo A. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan minyak atsiri sirih hijau terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika. 2022;5:1–14.
[20]. Edy HJ. Pemanfaatan bawang merah (Allium cepa L.) sebagai antibakteri di Indonesia. Pharmacy Medical Journal. 2022;5:27-35.
[21]. Pertiwi FD, Rezaldi F, Puspitasari R. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus epidermidis. Biosaintropis. 2022;7:57–68.
[22]. Alouw GEC, Fatimawali, Lebang JS. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan metode difusi sumuran. Pharmacy Medical Journal. 2022;5:36–44.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nawwar Irfana, Salma Fadillah Febrianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.