Skrining Fitokimia Dan Efek Antikoagulan Eliksir Dari Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Pada Tikus Putih

Penulis

  • Puguh Santoso Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Noviana Putri Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Agung Ari Chandra Wibawa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.36733/usadha.v4i3.13154

Kata Kunci:

Mengkudu (Morinda citrifolia L)., , antikoagulan, ekstrak etanol, waktu perdarahan, elixir

Abstrak

Peningkatan kasus trombosis sebagai manifestasi gangguan sistem hemostasis mendorong pencarian agen antikoagulan alternatif yang lebih aman dan mudah diakses. Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat proses koagulasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas eliksir berbahan dasar ekstrak etanol buah mengkudu terhadap waktu perdarahan tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Rancangan penelitian menggunakan desain acak post-test only dengan empat kelompok perlakuan: kontrol negatif (akuades), kontrol positif (asetosal 80 mg), eliksir dosis 40 mg/kgBB, dan eliksir dosis 80 mg/kgBB. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi eliksir dan diuji stabilitas fisiknya. Evaluasi aktivitas antikoagulan dilakukan melalui pengukuran waktu perdarahan ekor tikus. Hasil uji menunjukkan bahwa eliksir dosis 80 mg/kgBB memperpanjang waktu perdarahan secara lebih nyata dibandingkan kontrol lainnya. Skrining fitokimia menunjukkan kehadiran flavonoid, tanin, alkaloid, dan steroid sebagai komponen utama. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis statistik, eliksir ekstrak mengkudu terbukti memiliki efek antikoagulan dengan efektivitas terbaik pada dosis tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buah mengkudu berpotensi dikembangkan menjadi sediaan antikoagulan alami yang aplikatif dalam dunia farmasi.

Biografi Penulis

Puguh Santoso, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik

Referensi

[1]. Pouyfung P, Sukati S. Anti-coagulant properties of flavonoid compounds: potential structure–functional relationship. Int J Appl Pharm. 2021;13(Spec Iss 1):9–12.

[2]. Ayuningtyas N, Solichah AI, Setyopuspito A, Trisina J, Mardiyono AK. Penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). J Farm Sains Indones. 2023;6(1):93–97.

[3]. Ermawati NW. Pembuatan dan uji stabilitas fisik sirup ekstrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus Thunb.). J Kesehatan Yamasi Makassar. 2021;5:14–22.

[4]. Anwar K, Triyasmono L. Kandungan total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). J Pharmascience. 2016;3(1):83–92.

[5]. Djauhariya E, Rahardjo M, Ma’mun N. Karakterisasi morfologi dan mutu buah mengkudu. Buletin Plasma Nutfah. 2016;12(1):1–8.

[6]. Yasa IWPS, Astuti KW, Aman IGM. Acetosal, buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), dan waktu perdarahan. Indones J Clin Pathol Med Lab. 2012;18(2):97–104.

[7]. Hataningtyas N, Wilapangga A, Royani S. Skrining fitokimia ekstrak etanol 96% bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan uji kemampuan sebagai antibakteri. J Pharm UMRI. 2024;1(2):132–145.

[8]. Puspitasari ND, Na’imah J. Formulasi eliksir parasetamol dengan berbagai konsentrasi etanol 95% sebagai kosolven. Clin Pharm Sci. 2023;4(2):34–40.

[9]. Lalchandani DS, Chenkual L, Porwal PK. Stability of herbal formulations: emerging trends and techniques. In: Formulating pharma-, nutra-, and cosmeceutical products from herbal substances. Hoboken: Wiley; 2025. p. 195–217.

[10]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope herbal Indonesia. Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017.

[11]. Allen L. Stable numerical schemes for fluids, structures and their interactions. Amsterdam: Elsevier; 2017.

[12]. Gawai AA, Dhore B, Solanki M, Morey S, Borkar KR. Formulation and development of oral herbal liquid dosage form with its quality evaluation parameters. Int J Ayurvedic Med. 2023;13(4):944–951.

[13]. Bakshi M, Singh S. Development of validated stability-indicating assay methods: critical review. J Pharm Biomed Anal. 2002;28(6):1011–1040.

[14]. Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. Pharmaceutical excipients. In: Remington: the science and practice of pharmacy. 21st ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2009. p. 633–643.

[15]. Astuti P. Peranan asetosal sebagai antitrombotik terhadap metabolisme tromboksan A₂ dan prostasiklin PGI₂. Stomatognatic (JKG Unej). 2010;7:51–55.

[16]. Marsha S, Marliana N, Durachim A, Wahyuni Y. Pengaruh lama penyimpanan darah dengan penambahan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai antikoagulan terhadap pemeriksaan protrombin time. J Kesehatan Siliwangi. 2023;4(1):182–189.

[17]. Bijak M, Ponczek MB, Nowak P. Polyphenol compounds belonging to flavonoids inhibit activity of coagulation factor X. Int J Biol Macromol. 2014;65:129–135.

[18]. Marcińczyk N, Gromotowicz-Popławska A, Tomczyk M, Chabielska E. Tannins as hemostasis modulators. Front Pharmacol. 2022;12:1–12.

[19]. Chu AJ. Tissue factor, blood coagulation, and beyond: an overview. Int J Inflamm. 2011;2011:1–30.

Unduhan

Diterbitkan

30-12-2025