TUTURAN HUMOR DALAM FILM WARKOP DKI

  • Ni Wayan Suastini Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Gde Agoes Caskara Surya Putra Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ayu Talia Meranggi Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Abstract

Abstrak
Film Warkop DKI yang muncul dan jaya di era 1980-an masih sering ditayangkan pada stasiun televisi
swasta nasional maupun stasiun tv berlangganan yang ada di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa
film Warkop DKI masih diminati oleh masyarakat hingga saat ini. Film bergenre komedi ini menghibur
masyarakat melalui humor yang disajikan oleh para pemainnya. Penelitian ini berfokus pada bentuk
Pelanggaran maksim kerja sama dalam film Warkop DKI, kategori Pelanggaran maksim-maksim dalam
tuturan para karakter dan strategi tuturan dalam Film Warkop DKI. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada analisis isi dengan menggunakan satu sampel film
Warkop DKI. Peneliitan ini menunjukkan tindak kelakar yang dilakukan di dalam film memanfaatkan
aspek pragmatik yang mencakup empat maksim. Pelanggaran maksim kerjasama juga ditemukan,
seperti maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim cara, dan maksim relevansi. Strategi yang
digunakan dalam ujaran tokoh film Warkop DKI adalah strategi langsung dan tidak langsung.
Kemunculan ujaran yang mengandung pelanggaran maksim kerjasama merupakan strategi dalam
menghadirkan humor di dalam interaksi antar karakter yang ada di dalam film.

Published
2021-08-15