BAHASA FIGURATIF DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT CENK BLONK DENGAN LAKON “SECERCAH CAHAYA DALAM KEGELAPAN MALAM”

  • Ni Ketut Dewi Yulianti Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: Nilai-nilai karakter, bahasa figuratif, wayang kulit Cenk Blonk

Abstract

Dalam tulisan ini diulas tentang teks dalam pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk yang ada di youtube yang bermanfaat tidak hanya bagi pengajar bahasa yang menekuni teks namun juga bagi budayawan, seniman dan para penggiat bidang pendidikan karakter. Selain itu, tulisan ini juga dapat menjadi referensi bagi anak didik dan tenaga pengajar baik di tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Ada dua hal pokok yang diulas dalam tulisan ini, yaitu (a) bahasa figuratif yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk dalam lakon “Secercah Cahaya dalam Kegelapan Malam” dan (b) nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Hal ini sangat signifikan dan perlu untuk diteliti, mengingat saat ini banyak terjadi kemerosotan karakter anak bangsa dan bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menganalisis tayangan wayang kulit Cenk Blonk di youtube dan juga melakukan wawancara dengan dalang Cenk Blonk, Jro Mangku Dalang Wayan Nardayana untuk mengkaji ulang hasil analisis awal terhadap bahasa figuratif yang digunakan dan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Secara teoritis, tulisan ini dapat memberikan pemahaman tentang teks wayang kulit Cenk Blonk dalam lakon “Secercah Cahaya dalam Kegelapan Malam” terutama mengenai amanat yang terkandung di dalamnya. Secara praktis, tulisan ini dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan sehingga dapat membantu dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan nasional, mengingat pendidikan karakter adalah bagian dari pendidikan nasional.

Published
2021-08-12