ANALISIS WACANA HEGEMONI PEREMPUAN DALAM SENI TRADISI BALI PADA FILM “BLANCO: THE COLOR OF LOVE”

  • Ni Kadek Dwiyani Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Kadek Puriartha Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Gede Basuyoga Prabhawita Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: Hegemoni Perempuan Bali, Seni Tradisi, Wacana Van Djik, Budaya Patriarki

Abstract

Perempuan merupakan daya tarik yang sangat besar dalam gaya tutur yang disampaikan dalam film. Isu kompleks perempuan yang diangkat dalam film dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam cerita karena isu perempuan merupakan permasalahan sosial yang sangat berdampak dalam aspek kehidupan. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini terkait dengan hegemoni perempuan dalam film yang “Blanco: The Color of Love, yang memiliki latar belakang perempuan Bali dalam balutan seni tradisi di Bali. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif untuk menjelaskan makna-makna sosial dengan analisis wacana Model Van Djik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana film “Blanco: The Color of Love” dapat memberikan gambaran posisi perempuan Bali dalam ikatan seni dan tradisi yang sangat kental. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa perempuan Bali tidak dapat dilepaskan dari pelekatan kewajiban seni dan tradisi di Bali dengan segala konsekuensi yang ditimbulkan atas kodratnya yang terlahir dalam budaya patriarki di Bali.

 

Published
2021-08-12