FENOMENA FUJOSHI PENGGEMAR YAOI PADA MAHASISWA PRODI SASTRA JEPANG DI BANDUNG: STUDI KASUS
Kata Kunci:
Fenomena, Fujoshi, Yaoi, mahasiswaAbstrak
Abstrak
Penelitian ini menganalisis fenomena fujoshi penggemar yaoi pada mahasiswa Prodi Sastra Jepang di Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana fenomena fujoshi penggemar yaoi muncul dan berkembang di kalangan mahasiswa Sastra Jepang di Bandung dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk menjadi penggemar yaoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam (In-Depth Interview). Hasil penelitian ini dari 8 responden menunjukan ketertarikan terhadap genre yaoi umumnya bermula sejak SMA, bahkan ada yang sejak SMP melalui media seperti anime, manga, fan art, dan platform Twitter, TikTok, Instagram, Wattpad, dan Discord. Ketertarikan ini sering terjadi secara tidak sengaja dan berkembang. Membaca genre yaoi membantu mengenali diri mereka sebagai fujoshi, yang menjadi bentuk ekspresi diri meski dianggap tabu oleh masyarakat. Faktor yang mempengaruhi antara lain cerita yang menarik, visual, pelarian dari kegiatan sehari-hari, serta pengaruh budaya populer jepang. Meskipun banyak yang memilih tertutup karena stereotip, sebagian besar tetap menikmati minat ini selama tidak mengganggu kehidupan sosial mereka
Kata Kunci: Fenomena, Fujoshi, Yaoi, mahasiswa
Referensi
Ammar, I. W. (2018). Eksistensi Fujoshi di Kalangan Pecinta Kebudayaan Jepang (Studi Etnografi Terhadap Wanita Penyuka Fiksi Homoseksual di Kota Medan, Sumatera Utara). Universitas Sumatera Utara.
Ayudyasari, D., & Wirman, W. (2016). Konstruksi makna gay bagi penggemar manga Yaoi (fujoshi) pada anggota komunitas otaku di Pekanbaru. Riau University.
Barker, C., Galasinski, D., & Galasinski, D. D. (2001). Cultural studies and discourse analysis: A dialogue on language and identity: Sage.
Indriani, N., Asriati, N., Al Hidayah, R., Bahari, Y., & Ismiyani, N. (2023). Fenomena Penggemar Cerita Homoseksual (Fujoshi) Di Kalangan Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fkip Untan Pontianak. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 579-589.
McLelland, M. (2006). Why are Japanese girls’ comics full of boys bonking. Refractory: A journal of entertainment media, 10(4), 1-14.
Mizoguchi, A. (2008). Reading and living Yaoi: Male-male fantasy narratives as women's sexual subculture in Japan: University of Rochester.
Mumtazah, A. (2021). Kontrol sosial terhadap Fujoshi Penggemar Boys Love (Perempuan Penggemar Boys Love): Studi terhadap Fujoshi Yaoi di Twitter. Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas ….
Ramadiani, P. I., & Atrup, A. (2024). Maraknya Fujoshi di Kalangan Remaja Generasi Z Terhadap Kecanduan Genre Boy’s Love (BxB) Pada Media Online. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 3, 433-443.
Storey, J. (2018). Cultural theory and popular culture: An introduction: Routledge.
Winduwati, S. (2015). Fujoshi Remaja dan Kenikmatan Bermedia YAOI (Studi kasus pada remaja putri penggemar fiksi romantis homoerotis Jepang). Karya Ilmiah Dosen Fikom, Dinamika M, 1-22.
