PENGARUH ANIME TERHADAP GENERASI MUDA DI DENPASAR-BALI

Penulis

  • Ni Made Meila Pratiwi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Wayan Meidariani Prodi Sastra Jepang Fba Unmas

Kata Kunci:

pengaruh; budaya pop jepang; anime; generasi muda; denpasar

Abstrak

Budaya pop Jepang semakin digemari oleh generasi muda di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu unsur yang paling menonjol adalah anime. Fenomena ini terlihat di Bali melalui gaya berpakaian, bahasa sehari-hari, hingga minat terhadap budaya Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari pengaruh anime terhadap perilaku dan gaya hidup generasi muda di Denpasar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan kuesioner terbuka kepada remaja dan dewasa penggemar anime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ditiru dan diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti gaya berpakaian, cara berbicara, hingga kebiasaan sehari-hari yang terinspirasi dari karakter anime. Dampak positifnya meliputi meningkatnya kreativitas dan ekspresi diri, tumbuhnya semangat belajar dan minat terhadap budaya Jepang, serta terbentuknya komunitas dan rasa kebersamaan. Adapun dampak negatifnya dapat menyebabkan kecanduan dan penurunan produktivitas, kecenderungan isolasi sosial dan pelarian ke dunia fantasi, serta munculnya persepsi negatif dari masyarakat. Proses peniruan berlangsung secara selektif dan disesuaikan dengan budaya dan situasi sosial lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa anime memiliki pengaruh nyata terhadap cara generasi muda mengekspresikan diri dan membentuk gaya hidup di Denpasar.

Referensi

Bastin, N. (2022). Apakah Itu Anime?. Sidoarjo: Google Play Books. https://books.google.com/books/about/Apakah_Itu_Anime.html?id=3m1wEAAAQBAJ

Gama, F. I. (2024). Pengenalan Anime Sebagai Budaya Populer Jepang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 4 No. 1., 23.

Sugiyono. (2017). METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN R&D. Bandung: Alfabeta.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. New York: Routledge.

Raudha, S., & Muchtar, A. (2024). Pengaruh Anime dan Budaya Jepang dalam Gaya Hidup Mahasiswa di Banda Aceh. JURNAL SOSIOLOGI AGAMA INDONESIA VOL. 5 NO. 1., 179-191.

Ambara, C. H. V., & Nurita, W. (2024). Dampak Budaya Cosplay pada Remaja di Denpasar-Bali. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Dan Budaya (SEBAYA) Ke-4: Peran Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam Sistem Komunikasi (hlm. 129-130). DENPASAR: Program Studi Sastra Jepang Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Hasnida, H., Lubis, N. L., & Muliana, G. S. M. (2024). Perilaku Binge-Watching Sebagai Strategi Koping Maladaptif Pada Mahasiswa. Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan(J-BIKES)2025, Vol. 4 No. 3., 61-68.

Brenner, R. E. (2007). Understanding Manga and Anime. London: Bloomsbury Publishing.

Steinberg, M. (2012). Anime’s Media Mix: Franchising toys and characters in Japan. Minneapolis, MN: University of Minnesota Press.

Diterbitkan

2026-04-30