STUDI RETROSPEKTIF PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TETES MATA DENGAN DEKSAMETASON DAN TANPA DEKSAMETASON DALAM MENGATASI KONJUNGTIVITIS

  • Herleeyana Meriyani Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Wayan Ciptawati Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Nyoman Wahyu Udayani Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: antibiotic, dexamethasone, konjungtivitis

Abstract

Konjungtivitis adalah inflamasi yang terjadi pada konjungtiva yang secara umum dapat disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus), gangguan system imun, gangguan mekanik, maupun neoplastic. Saat ini konjungtivitis masih menjadi masalah kesehatan mata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu sembuh 2 sediaan yang sudah sering digunakan di Indonesia, dimana sediaan pertama mengandung Neomycin sulphate polymixin B sulphate dan gramicidin  dan sediaan kedua mengandung Neomycin sulphate, Polymyxin B sulphate dan dexamethasone dalam mengatasi konjungtivitis. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental  yaitu Cross Sectional dengan pengambilan data secara retrospektif di salah satu rumah sakit pemerintah di Bali. Sample diambil dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dilakukan menggunakan data sekunder yaitu catatan rekam medis. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 orang yang terdiri atas 53,57% laki-laki dan 46,43% perempuan. Dilihat dari usia subjek terbanyak ada pada rentang usia 17-30 tahun (28,60%), mayoritas subjek menderita konjungtivitis di salah satu mata sebanyak 51,8%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan penggunaan sediaan yang mengandung Neomycin sulphate, Polymyxin B sulphate dan dexamethasone memiliki waktu sembuh yang lebih cepat dibandingkan dengan Neomycin sulphate polymixin B sulphate dan gramicidin (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tetes mata antibiotic dikombinasi dengan dexamethasone lebih efektif untuk mengatasi konjungtivitis dibandingkan dengan tetes mata tanpa dexamethasone dilihat dari waktu sembuh.

Author Biographies

Herleeyana Meriyani, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Farmakologi dan Farmasi Klinik

Ni Wayan Ciptawati, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

Ni Nyoman Wahyu Udayani, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Program Studi D3 Farmasi

References

Azari, A.A. and Barney, N.P., 2013. Conjunctivitis: a systematic review of diagnosis and treatment. Jama, 310(16), pp.1721-1730.

American Optometric Association, 2002. Care of the patient with conjunctivitis. St Louis: American Optometric Association.

Chiang CC, Liao CC, Chen PC, Tsai YY, Wang YP, Population study on Chronic and acute conjungtivitis associated with ambient environment in urban and rural areas. J Expo Sci Environ Epidemiol 2012;22(5);533-538.

Ermis, S.S., Aktepe, O.C., Inan, U.U., Ozturk, F. and Altindis, M., 2004. Effect of topical dexamethasone and ciprofloxacin on bacterial flora of healthy conjunctiva. Eye, 18(3), pp.249-252.

Holland, E.J., Fingeret, M. and Mah, F.S., 2019. Use of topical steroids in conjunctivitis: a review of the evidence. Cornea, 38(8), pp.1062-1067.

Høvding, G., 2008. Acute bacterial conjunctivitis. Acta ophthalmologica, 86(1), pp.5-17.

Kovalyuk, N., Kaiserman, I., Mimouni, M., Cohen, O., Levartovsky, S., Sherbany, H. and Mandelboim, M., 2017. Treatment of adenoviral keratoconjunctivitis with a combination of povidone‐iodine 1.0% and dexamethasone 0.1% drops: a clinical prospective controlled randomized study. Acta ophthalmologica, 95(8), pp.e686-e692.

Sitompul, R., 2017. Konjungtivitis Viral: Diagnosis dan Terapi di Pelayanan Kesehatan Primer. eJournal Kedokteran Indonesia, 5(1).

Sheikh, A. and Hurwitz, B., 2005. Topical antibiotics for acute bacterial conjunctivitis: Cochrane systematic review and meta-analysis update. Br J Gen Pract, 55(521), pp.962-964.
Published
2020-05-07
How to Cite
Meriyani, H., Ciptawati, N. W., & Udayani, N. N. W. (2020). STUDI RETROSPEKTIF PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TETES MATA DENGAN DEKSAMETASON DAN TANPA DEKSAMETASON DALAM MENGATASI KONJUNGTIVITIS. Jurnal Ilmiah Medicamento, 6(1), 40-44. https://doi.org/10.36733/medicamento.v6i1.746