PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA DIARE AKUT BAYI YANG DITERAPI DENGAN ZINK DIBANDINGKAN ZINK DAN CAIRAN REHIDRASI ORAL DI RSUP SANGLAH

  • Ni Nyoman Wahyu Udayani Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: bayi, cairan rehidrasi oral, diare akut, zink

Abstract

Diare saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan, jutaan kasus dilaporkan setiap tahun dan diperkirakan sekitar 4-5 juta orang meninggal karena diare akut. Angka kejadian diare akut di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi termasuk angka morbiditas dan mortalitasnya. Berdasarkan riset hasil kesehatan dasar (Riset Kesehatan Dasar 2007) yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan pada tahun 2007, diare akut merupakan penyebab kematian bayi (31,4%). Menurut Korompis dkk (2013) penggunaan suplemen zink pada penderita diare akut sebesar 69% serta penggunaan ORS (Oral Rehydration Solution) dan zink sebesar 15,85%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap pada penderita diare akut bayi yang diterapi dengan zink dibandingkan zink dan cairan rehidrasi oral di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan rancangan deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan data penggunaan obat diare akut bayi bulan Januari-Desember 2013 yang bersifat retrospektif, yang diambil pada unit catatan rekam medik di RSUP Sanglah Denpasar. Dari 30 sampel diare akut bayi yang dirawat inap di RSUP Sanglah Denpasar mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Rata-rata lama rawat inap penderita diare akut bayi yang diterapi dengan zink 3,07 hari dan terapi dengan zink dan cairan rehidrasi oral 3,20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan lama rawat inap secara signifikan menurut statistik antara penderita diare akut bayi yang diterapi dengan zink dan diterapi dengan zink dan cairan rehidrasi oral.

Author Biography

Ni Nyoman Wahyu Udayani, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik

References

Anonim, 2007, ISO Indonesia, Volume 42, Jakarta: Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 175-176.

Anonim, 2013, MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 12, Jakarta: Buana Ilmu Populer.

Adyanastri F, 2012, Etiologi dan Gambaran Klinis Diare Akut di RSUP Dr Kariadi Semarang, Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, (online), (http://eprints.undip.ac.id/37538/1/Festy_G2A008082_Lap_kti.pdf diakses 12 Juni 2014)

Aslam M, Chik KT, Adji P, 2002, Farmasi Klinis, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 191-192.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI, 2008, Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2007, (online), (http://fisio-poltekesolo.ac.id/fisioterapi/images/stories/laporanNasional.pdf diakses 23 Februari 2014)

Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal POM, 2007, Kompendia Obat Bebas, (online), (http://www2.pom.go.id/public/publikasi/kompendia/berkas_pdf/saluran%20cerna.pdf diakses 3 Mei 2014)

Departemen Kesehatan RI Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2011, Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare, (online,)(https://agus34drajat.files.wordpress.com/2010/10/buku-saku-lintas-diare-edisi-2011.pdf diakses 22 April 2014)

Departemen Kesehatan RI Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2011, Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (online), (https://agus34drajat.files.wordpress.com/2010/10/buku-panduan-sosialisasi-tata-laksana-diare-balita-2011.pdf diakses 22 April 2014)

Dibya IGN, 2008, Modul Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Kelas X, 37.

Hannif, Nenny SM, Susy K, 2011, Faktor Risiko Diare Akut pada Balita, Berita Kedokteran Masyarakat Vol. 27, No. 1, (online), (http://www.jurnal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3413/2961 diakses 5 Juli 2014)

Korompis F, Heedy T, Lily RG, 2013, Studi Penggunaan Obat pada Penderita Diare Akut di Instalasi Rawat Inap Blu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari – Juni 2011, (online), (http://download.portalgaruda.org/article.php?article=15415&val=1015&title diakses 4 Maret 2014)

Mansjoer A, Kaspuji T, Rakhmi S, Wahyu IW, Wiwiek S, 1999, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga Jilid 1, Jakarta: Media Aesculapius, 500.

Mansjoer A, Suprohaita, Wahyu IW, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga Jilid 2, Jakarta: Media Aesculapius, 470.

Munos MK, Christa LFW, Robert EB, 2010, The Effect of Oral Rehydration Solution and Recommended Home Fluids on Diarrhoea Mortality, (online), (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2845864/ diakses 25 Maret 2014)

Musliha, 2010, Keperawatan Gawat Darurat, Yogyakarta: Nuha Medika, 162.

Pratama HA, 2009, Prevalensi Diare Akut pada Balita di Wilayah Kecamatan Ciputat Bulan September Tahun 2009, (online), (http://perpus.fkik.uinjkt.ac.id/file_digital/SKRIPSI%20Harry%20Agung%20_106103003447_,%20FK%20UIN%202006.pdf diakses 17 Mei 2014)

Riandari F, Sri PM, 2011, Perbedaan Lama Rawat Inap Balita Diare Akut dengan Probiotik dan Tanpa Ptobiotik, (online), (http://portalgaruda.org/download_article.php diakses 15 Agustus 2014)

Santoso NB, Aulia AH, Sanarto S, 2005, Diare Rotavirus pada Anak Dibawah Usia 3 Tahun yang Dirawat di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2005, (online), (http://www.jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/view/208 diakses 8 Maret 2014)

Saryono, 2011, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jogjakarta: Mitra Cendika Press, 61,63.

Soenarto Y, M Jufrie, 2007, Tatalaksana Diare pada Anak, Medan, 6.

Widjaja MC, 2002, Mengatasi Diare dan Keracunan Pada Balita, Jakarta: Kawan Pustaka, 38.

Wijoyo Y, 2013, Diare Pahami Penyakit & Obatnya, Yogyakarta: PT Citra Aji Parama, 10.

World Gastroenterology Organization, 2008, Acute Diarrhea (online), (http://www.worldgastroenterology.org/assets/downloads/en/pdf/guidelines/01_acute_diarrhea.pdf diakses 2 Maret 2014)

World Gastroenterology Organization Global Guidelines, 2012, Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective, (online), (http://www.worldgastroenterology.org/assets/export/userfiles/Acute%20Diarrhea_long_FINAL_120604.pdf diakses 2 Maret 2014)
Published
2020-04-02
How to Cite
Udayani, N. N. W. (2020). PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP PADA PENDERITA DIARE AKUT BAYI YANG DITERAPI DENGAN ZINK DIBANDINGKAN ZINK DAN CAIRAN REHIDRASI ORAL DI RSUP SANGLAH. Jurnal Ilmiah Medicamento, 1(1), 20-25. https://doi.org/10.36733/medicamento.v1i1.722