Kajian Lingkungan Ekosistem Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai: Analisis Abiotik, Biotik, serta Persepsi Masyarakat

Authors

  • Komang Dean Ananda Program Studi Agroteknologi, Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I GD Yudha Partama Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Universitas Mahasaraswati Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.36733/alamlestari.v9i1.11387

Keywords:

Ekosistem mangrove, analisis vegetasi, INP, analisis lingkungan

Abstract

Ekosistem hutan mangrove memiliki peran penting di wilayah pesisir, baik fungsinya secara ekologis, ekonomi, maupun fisik, yang mendukung keseimbangan ekosistem lain di sekitarnya. Namun, seiring dengan perkembangan pembangunan, ekosistem hutan mangrove menghadapi tekanan dari berbagai aktivitas manusia, salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove yang berada di kawasan Tahura Ngurah Rai. Upaya untuk menjaga fungsi ekosistem hutan mangrove agar tetap terjaga dapat diawali dengan menganalisis kondisi ekosistem hutan mangrove melalui tiga komponen lingkungan yang terdiri dari kondisi biotik, abiotik dan sosial-kultur berbasis persepsi masyarakat yang juga menjadi tujuan dari penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode transek untuk menentukan titik sampling, ddengan pengukuran fisik dan kimia substrat. Analisis vegetasi dilakukan untuk memperoleh Indeks Nilai Penting (INP) , Indeks Keanekaragaman (H’) dan Indeks Kemerataan (e’), serta identifikasi fauna mangrove. Persepsi masyarakat mengenai pemahaman, dampak aktivitas manusia, dan peran dalam pelestarian mangrove dikaji melalui kuisioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kadar N Total, C Organik, dan P tersedia rendah dengan karakter fisik substrat kasar akibat dominasi pasir. Analisis Vegetasi mengidentifikasi lima spesies mangrove, dengan Sonneratia alba memiliki INP tertinggi yakni 188,85, H’ Indeks rendah yakni 0,5 dan e’ indeks sedang. Masyarakat memiliki pengetahuan yang tinggi tentang mangrove, persepsi yang sedang tentang dampak aktivitas manusia terhadap mangrove, namun partisipasi yang rendah dalam pelestarian hutan mangrove.

References

Ananda, K.D. 2019. Analysis of Mangrove Vegetation as Part of Efforts to Preserve The Mangrove Ecosystem in Tahura Ngurah Rai. Collected Papers of Internasional Masterclass Biosecurity. P.76-79

Ardhana, 2012. Ekologi Tumbuhan. Udayana University Press.

Dahuri, R. 2004. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, Edisi Revisi. Pradnya Paramita. Jakarta.

Fabanyo, M.A., 2009. Kajian Tingkat Pemanfaatan Ekosistem Mangrove dan Pengaruhnya terhadap Sediaan Cadangan Sumberdaya Ikan di Peraiaran Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Propinsi Maluku Utara. Tesis. UNSRAT Program Pascasarjana Manado.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

Giliba, R.A. 2011. Species Composition, Richness, and Diversity in Miombo Woodland of Bereku Forest Reserve, Tanzania. Journal of Biodiversity. 2(1): 1-7

Hanafiah, K.A, 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Indriyanto.2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara: Jakarta.

Irfan, M. 2007. Evaluasi Program Pemulihan Hutan Mangrove di Desa Malakosa Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Provinsi Sulawesi Tengah. Tesis. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Irwan, Z.M. 2007. Prinsip-Prinsip Ekologi Ekosistem, Lingkungan, dan Pelestariannya. Bumi Aksara: Jakarta.

Irwanto. 2008. Hutan Mangrove dan Manfaatnya.http://pengertiandefinisi.blogspot.com

Kustanti, A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove. Institut Pertanian Bogor Press: Bogor.

Noor, Y. R., M. Khazali dan INN. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Direktorat Jendral PKA dan Wetlands International- Indonesia Program. Bogor.

Rizal, A. 2008. Studi Vegetasi Mangrove dan Sonasi Pantai Rejoso Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur. www. Mangroveroforest.com.

Saputra, A. 2014. Analisis Vegetasi Pohon di Daerah Tangkapan Air Mata-air Cokro dan Umbul Nila Kabupaten Klaten, Mudal dan Wonosadi Kabupaten Gunungkidul. Tesis. Studi Biologi Program Pascasarjana UGM. Yogyakarta.

Saru, A. 2014. Potensi Ekologis dan Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove di Wilayah Pessisir. IPB Press: Bogor.

Siahaan, H.H.T. 2004. Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Jakarta: Erlangga.

Susanto, K. E., 2012, Proyeksi Kenaikan Permukaan Laut dan Dampaknya terhadap Banjir Genangan Kawasan Pesisir ( Studi Kasus : Wilayah Pesisir Demak, Provinsi Jawa Tengah). Tesis. Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Downloads

Published

2024-04-30

How to Cite

Ananda, K. D., & Partama, I. G. Y. (2024). Kajian Lingkungan Ekosistem Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai: Analisis Abiotik, Biotik, serta Persepsi Masyarakat. Jurnal Alam Lestari, 9(1), 61–74. https://doi.org/10.36733/alamlestari.v9i1.11387