EFEK PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES TERHADAP LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR

  • N. M. R. A. M Samba Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
  • Mrs. Sukarmini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
  • Mrs. Lestari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
  • Mrs. Mita Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
  • Mrs. Larasanty Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2; Insulin; Kadar Glukosa Darah; Ulkus Kaki Diabetik

Abstract

Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus (DM), dimana penderita DM memiliki risiko 15% terjadinya UKD selama hidupnya. Risiko UKD akibat DM dapat dikurangi dengan melakukan penatalaksanaan terapi DM yang tepat, salah satunya dengan menggunakan obat antidiabetes baik dengan Obat Hipoglikemi Oral (OHO), Insulin ataupun kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat antidiabetes yang digunakan oleh pasien DM tipe 2 dengan UKD serta mengetahui bagaimana luaran terapi dari penggunaan obat. antidiabetes tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional. Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien DM tipe 2 dengan UKD antara bulan Januari hingga Desember 2018 yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik (Paired T-Test). Hasil penelitian diperoleh 43 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Seluruh pasien menerima terapi kombinasi insulin, yang terdiri dari kombinasi insulin Glargine + Aspart (n=32) dan Glargine + Glulisine (n=11). Penggunaan kombinasi Glargine + Aspart dan Glargine + Glulisine keduanya mampu memberikan penurunan yang signifikan pada kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial dengan penurunan rata-rata dan nilai signifikansi berturut-turut yaitu 85,00±77,718 mg/dL (p=0,000); 85,656±70,276 mg/dL (p=0,000); 92,545±66,656 mg/dL (p=0,001)  dan 86,818±59,189 mg/dL (p=0,001).

Author Biographies

N. M. R. A. M Samba, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Mrs. Sukarmini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Mrs. Lestari, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Mrs. Mita, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

Mrs. Larasanty, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Program Studi Farmasi

References

Adnyana, L., Hensen, dan Budhiarta, A. A. G. 2006, Penatalaksanaan Pasien Diabetes Melitus Di Poliklinik Rumah Sakit Sanglah Denpasar, J Peny Dalam, 7 : 186 - 193.

AIHW (The Australian Institute of Health and Welfare). 2008, Diabetes: Australian Facts 2008, The Australian Institute of Health and Welfare, Canberra. Australia.

Al-Rubeaan, K., Mohammad, Al. D., Samira, Q., Amira, M. Y., Shazia, N. S., Heba, M. I. and Bader, N. A. 2015, Diabetic Foot Complications and Their Risk Factors from A Large Retrospective Cohort Study, Plos One, 10 : 1-17.

American Diabetes Association (ADA). 2001, Postprandial Blood Glucose, Diabetes Care, 4 : 775 – 778.

Anggriani, Y., Restinia, M., Mitakda, V. C., Rochsismandoko dan Kusumaeni, T. 2015, Clinical Outcomes Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Kaki Diabetik, Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 1 : 111-121.

Dwikayana, I M., Subawa, A. A. N. dan Yasa, I W. P. S. 2016, Gambaran HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Ulkus Kaki Diabetik Di Poliklinik Penyakit Dalam Rsup Sanglah Denpasar Periode April-September 2014, E-Jurnal Medika, 5 : 1-6.

Fikry, A. dan Aliya, L. S. 2019, Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Inap RUSD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Januari - Maret 2018, Sainstech Farma, 12 : 58-64.

Fox, C. 2011, Bersahabat dengan Diabetes Tipe 2, Penebar Plus, Jakarta. Indonesia.

Gist, S. and Matos, T. I., 2009, Wound Care In The Geriatric Client, Clin Interv Aging, 4 : 269-287.

Hamaty, M. 2011, Insulin Treatment for Type 2 Diabetes: When to Start, Which to Use, CCJM, 7 : 333-337.

Hidayat, A. R. dan Nurhayati, I. 2014, Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Militus di Rumah, Jurnal Permata Indonesia, 5 : 49-54.

Internasional Diabetes Federation (IDF). 2015, Diabetes Atlas, Internasional Diabetes Federation, Brussels. Belgium.

Khalique, S. 2014, Evaluation Of The Effect Of Inadaptable Risk Factors and Social Status On Diabetic Foot. International Journal of Endorsing Health Science Research, 2 : 78-81.

Kartika, I G. A. A., Lestari, A. A. W. dan Swastini, D. A. 2013, Perbandingan Profil Penggunaan Terapi Kombinasi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Jurnal Farmasi Udayana, 1 : 62-69.

Kemenkes RI. 2014, Situasi dan Analisis Diabetes, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehtan RI, Jakarta. Indonesia.

Krishnan, G. dan Subawa, A. A. N. 2017, Pevalence of Diabetic Retinophaty Among Diabetes Mellitus Type 2 Patients at Diabetic Center of Sanglah General Hospital, Bali-Indonesia 2014, Intisari Sains Medis 9 : 49-51.

Kurnia, J., Mulyadi dan Julia, V. R. 2017, Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado, e-Journal Keperawatan, 5 : 1- 10.

PERKENI. 2015, Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia Tahun 2015, Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Jakarta. Indonesia.

Pranata, S., Fauziah, Y., Budisuari, M. A. dan Kusrini, Ina. 2013, Riset Kesehatan Dasar dalam Angka Riskesdas 2013 Provinsi Bali, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Indonesia.

Petters, E. J. G., Armstrong, D. G., and Livery, L. A. 2007, Risk Factors for Recurrent Diabetics Foot Ulcers, Diabetes Care, 30 : 2077-2079.

Prakash, A. 2011, Managing Hyperglycaemia in Diabetic Foot, JIMSA, 24 : 213 – 215.

Rachmawati, N. 2015, ‘Gambaran Kontrol dan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang’, Skripsi, S.Ked., Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Rismayanthi, C. 2010, Terapi Insulin Sebagai Alternatif Pengobatan Bagi Penderita Diabetes, Medikora, 6 : 29 – 36.

Sappo, N. B., Rahmawati, D. dan Ramadhan, A. M. 2017, ‘Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjarahranie’, Proceeding of the 6th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, Mulawarman Pharmaceutical Conference,Samarinda, 41 - 47.

Syarippudin, M. 2013, Peranan Pharmaceutical Care dalam Meningkatkan Hasil Klinis dan Kualitas Hidup Pasien Penderita Diabetes Melitus, Jurnal Kefarmasian Indonesia, 3 : 52 – 59.

Waspadji, S. 2009, Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis dan Strategi Pengelolaan, dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V, Interna Publishing, Jakarta. Indonesia.

World Health Organization (WHO). 2014, Global Status Report On Noncommunicable Diseases, World Health Organization, France.
Published
2019-09-30