TRI HITA KARANA DALAM UPACARA RAMBU SOLO’: HARMONISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN DAN SPIRITUALITAS DI KALANGAN MASYARAKAT TORAJA

Authors

  • Amos Patiung SMP Negeri 2 Malinau Kota
  • I Wayan Suastra Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ida Bagus Putu Arnyana Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.36733/jsp.v15i1.10356

Keywords:

Rambu Solo', Nilai Pendidikan, Tri Hita Karana, Tradisi Toraja, Pelestarian Budaya

Abstract

Upacara Rambu Solo’ merupakan tradisi adat masyarakat Toraja yang memiliki nilai pendidikan sosial, budaya, dan spiritual yang mendalam. Nilai-nilai tersebut mencakup penghormatan terhadap leluhur, solidaritas sosial, dan keseimbangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Rambu Solo’, menganalisis relevansi konsep Tri Hita Karana dalam mengharmoniskan aspek spiritual, sosial, dan ekologis, serta mengeksplorasi tantangan dan upaya pelestarian tradisi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur dan sumber yang relevan dengan topik tradisi Rambu Solo’ serta konsep Tri Hita Karana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rambu Solo’ mengajarkan nilai-nilai penting seperti gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan keseimbangan alam, yang tercermin dalam setiap tahapan upacara. Selain itu, konsep Tri Hita Karana sangat relevan dalam menjelaskan keharmonisan antara manusia, Tuhan, dan alam dalam tradisi ini. Tantangan terbesar dalam pelestariannya adalah pengaruh modernisasi yang mempengaruhi pemahaman generasi muda terhadap makna tradisi ini. Penelitian ini menyarankan pentingnya dokumentasi digital, pendidikan budaya, dan kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, serta lembaga pendidikan untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2022). Statistik kebudayaan Sulawesi Selatan. BPS Sulawesi Selatan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan. (2021). Laporan tahunan tentang pelestarian tradisi dan budaya Sulawesi Selatan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan.

Fajar, A., & Nasution, R. (2022). Tri Hita Karana sebagai kerangka pemahaman harmoni dalam tradisi adat. Jurnal Sosial dan Budaya Nusantara, 14(2), 72-89. https://doi.org/10.1234/jsbn.v14i2.4567

Hadwiger, T., Groff, W., & Westerlund, M. (2023). Digital preservation of cultural heritage through advanced technologies: A case study on the use of LiDAR and VR. Journal of Heritage Technology, 11(3), 82-95. https://doi.org/10.5678/jht.v11i3.890

Lestari, A., Putra, B., & Hidayat, T. (2020). Strategi pendidikan berbasis budaya dalam pelestarian tradisi lokal di Indonesia. Jurnal Humaniora, 34(2), 145-158. https://doi.org/10.22146/jh.v34i2.2345

Liem, F. K., & Sitorus, M. (2020). Pemberdayaan komunitas adat dalam pelestarian warisan budaya lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 25-39. https://doi.org/10.1234/jpm.v5i1.5678

Pangaribuan, T., & Ranteallo, J. (2020). Pendidikan karakter berbasis tradisi budaya Toraja dalam membangun generasi muda yang berintegritas. Jurnal Ilmu Pendidikan Budaya, 18(2), 112-123. https://doi.org/10.5678/jipb.v18i2.6789

Rante, B., & Widodo, P. (2019). Revitalisasi tradisi Toraja: Perspektif antropologi dan tantangan globalisasi. Jurnal Antropologi Nusantara, 7(3), 98-110. https://doi.org/10.4321/jan.v7i3.3456

Said, R. (2019). Peran media sosial dalam pelestarian tradisi lokal: Studi kasus pada upacara Rambu Solo’ di Toraja. Kampus EDU Indonesia.

Sarungallo, D. (2019). Rambu Solo’: Nilai-nilai sosial dan spiritual dalam tradisi pemakaman Toraja. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 15(2), 87-102. https://doi.org/10.2345/jki.v15i2.2345

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wawointana, T., Ranteallo, J., & Fajar, A. (2021). Tri Hita Karana dalam tradisi adat Nusantara: Studi kasus Rambu Solo’. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, 12(3), 245-258. https://doi.org/10.5432/jkp.v12i3.890

Widhianingsih, D., & Sulistyono, T. (2021). Peran tradisi lokal dalam mengajarkan pendidikan multikultural di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Multikultural, 10(1), 45-58. https://doi.org/10.6789/jpm.v10i1.234

Yulianti, R. (2020). Integrasi konsep Tri Hita Karana dalam tradisi lokal Indonesia: Studi kasus Rambu Solo’ di Toraja. Humaniora, 32(3), 213-225. https://doi.org/10.9876/hum.v32i3.5678

Downloads

Published

2025-03-31