ANALISIS KELAYAKAN STRUKTUR ATAS MUNGKUNG OVERPASS MENGGUNAKAN METODE RATING FACTOR

Authors

  • Debora Lau Universitas Nusa Cendana
  • Miguel Felix Wijaya universitas pembangunan veterean jawa timur
  • Yulita Prasinda Universitas Nusa Cendana
  • Remigildus Cornelis Universitas Nusa Cendana
  • Alvin A. Bara Universitas Nusa Cendana
  • Irvebry Ayu Wulandari Universitas Tanjungpura
  • Akhmad Aminullah Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.36733/jikt.v15i1.13577

Keywords:

Load Rating, Rating Factor, Jembatan Beton Prategang, PCI Girder, Jembatan Tol

Abstract

Keandalan struktur jembatan tol eksisting perlu dievaluasi secara berkala untuk menjamin keselamatan pengguna dan keberlanjutan layanan lalu lintas. Peningkatan volume serta beban kendaraan yang tidak selalu sesuai dengan asumsi perencanaan awal berpotensi memengaruhi kapasitas aktual struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan struktur atas Overpass Mungkung yang berada pada ruas Tol Ngawi–Kertosono melalui pendekatan load rating dengan indikator rating factor (RF). Objek penelitian merupakan jembatan beton prategang tipe PCI girder dengan empat bentang, yang dianalisis menggunakan data sekunder berupa dokumen perencanaan dan data teknis, serta data hasil survei lapangan untuk verifikasi kondisi eksisting. Pemodelan numerik struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan merepresentasikan geometri, properti material, sistem tumpuan, dan konfigurasi tendon prategang sesuai kondisi aktual. Pembebanan dimodelkan mengacu pada ketentuan SNI dan AASHTO yang meliputi beban mati, beban mati tambahan, dan beban lalu lintas. Evaluasi kelayakan dilakukan dengan menghitung rating factor momen (RFM) dan rating factor gaya geser (RFS) pada girder interior dan eksterior di setiap bentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh elemen superstruktur memiliki nilai RFM dan RFS yang berada di atas batas minimum kelayakan, yang mengindikasikan bahwa struktur masih mampu menahan beban layanan dengan cadangan kapasitas yang memadai. Bentang 1 dan 4 menunjukkan kinerja struktural yang relatif lebih baik dibandingkan bentang lainnya, sementara bentang 2 dan 3 tetap berada pada kategori aman tanpa indikasi kebutuhan rehabilitasi struktural. Secara keseluruhan, struktur atas Mungkung Overpass dinyatakan masih layak beroperasi sebagai jembatan tol aktif, dengan rekomendasi pemantauan rutin sebagai bagian dari pengelolaan aset jembatan.

References

AASHTO. (2024). AASHTO LRFD Bridge Design Specifications (10 ed.). American Association of State Highway and Transportation Official.

Badan Standardisasi Nasional, 1725:2016. (2016). Pembebanan Untuk Jembatan. www.bsn.go.id

Badan Standardisasi Nasional, 7833:2012. (2012). Tata Cara Perancangan Beton Pracetak dan Beton Prategang untuk Bangunan Gedung. www.bsn.go.id

Catbas, F. N., Gokce, H. B., & Gul, M. (2012). Practical Approach for Estimating Distribution Factor for Load Rating: Demonstration on Reinforced Concrete T-Beam Bridges. Journal of Bridge Engineering, 17(4), 652–661. https://doi.org/10.1061/(asce)be.1943-5592.0000284

Christensen, C. O., Damsgaard, K. D. S., Sørensen, J. D., Engelund, S., Goltermann, P., & Schmidt, J. W. (2023). Reliability-Based Proof Load Factors for Assessment of Bridges. Buildings, 13(4). https://doi.org/10.3390/buildings13041060

Hasançebi, O., & Dumlupinar, T. (2013). Detailed load rating analyses of bridge populations using nonlinear finite element models and artificial neural networks. Computers and Structures, 128, 48–63. https://doi.org/10.1016/j.compstruc.2013.08.001

Karimpour, A., Rahmatalla, S., & Bolboli Ghadikolaee, H. (2021). Finite Element Model-Based Weight-Over Process Philosophy for Bridge Loading Capacity Evaluation and Rating Factor Estimation. Advances in Civil Engineering, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/2244202

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT. (2016). Pedoman Penentuan Bridge Load Rating Untuk Jembatan Eksisting.

Lau, D., Aminullah, A., & Triwiyono, A. (2024). Bridge Assessment Analysis using Sufficiency Rating Method (Case Study of The Mungkung Overpass). https://doi.org/10.21831/inersia.v19i1.71384

Rifadzi Zaeni, M., Farih Ambari, S., Sudarsono, I., & Mulyawati, F. (2022). RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Analisis Nilai Kapasitas Jembatan Eksisting Menggunakan Metode Rating Factor. https://doi.org/10.26760/rekaracana

Sabara, A. I. R., & Imran, I. (2024). Bridge Capacity Assessment through LRFR Method and Bridge Seismic Performance Evaluation Using the PBSD Concept: Case Study. Journal of Engineering and Technological Sciences, 56(1), 11–24. https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.1.2

Saputra Andika Arief, Priyosulistyo Hrc., & Muslikh. (2020). Analisis Nilai Kapasitas Struktur Atas Jembatan Dengan Menggunakan Metode Rating Factor. INERSIA, XVI(1).

SNI. (2013). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung Badan Standardisasi Nasional. www.bsn.go.id

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Lau, D., Wijaya, M. F., Prasinda, Y., Cornelis, R., Bara, A. A., Wulandari, I. A., & Aminullah, A. (2026). ANALISIS KELAYAKAN STRUKTUR ATAS MUNGKUNG OVERPASS MENGGUNAKAN METODE RATING FACTOR . Jurnal Ilmiah Kurva Teknik, 15(1), 58–66. https://doi.org/10.36733/jikt.v15i1.13577