Pendampingan Belajar Bahasa Bali Bagi Anak-Anak Tingkat SD Di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem

Authors

  • Ni Wayan Apriani STKIP Agama Hindu Amlapura
  • I Wayan Jatiyasa STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Ni Komang Aryani STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Ni Kadek Ayu Paramanandani STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Ni Putu Gatriyani STKIP Agama Hindu Amlapura
  • I Komang Sukayasa STKIP Agama Hindu Amlapura
  • Pande Gede Brahmandika STKIP Agama Hindu Amlapura

Keywords:

bahasa bali, keterampilan berbahasa, pendampingan belajar

Abstract

Pada tingkat sekolah, bahasa Bali hingga saat ini masih menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik. Meskipun sifatnya wajib, namun alokasi waktu yang diberikan masih minim sehingga peserta didik masih banyak yang memiliki pemahaman yang rendah terhadap pelajaran Bahasa Bali. Kondisi seperti itu hampir terjadi di sebagian besar wilayah di Bali, termasuk di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Pendampingan belajar ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan Bahasa Bali dan alternatif dalam proses belajar bahasa Bali yang menyenangkan sehingga stigma negatif tentang belajar bahasa Bali yang membosankan bisa berkurang khususnya pada anak-anak tingkat SD di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Metode yang digunakan pada pengabdian ini bervariasi, mulai ceramah, diskusi dan tanya jawab. Proses pendampingan belajar dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Banjar Dinas Kebung Kauh selama delapan kali pertemuan pada hari Jumat dan Sabtu selama bulan Juni 2023. Materi yang diberikan selama kegiatan pendampingan antara lain keterampilan menyimak bahasa Bali, keterampilan berbicara bahasa Bali, keterampilan membaca bahasa Bali dan keterampilan menulis bahasa Bali. Hasil pengabdian ini berupa peningkatan pengetahuan bahasa Bali yang signifikan pada empat bidang keterampilan, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

References

Adnyana, Gede Agus Budi. 2016. Melajahin Basa Bali Alus. Denpasar : CV Kayu MasAgung

Djendra, I Nyoman. 2011. Bahasa Bali Untuk Sekolah Dasar. Denpasar: Dharma Pura.

Duija, I Nengah. 2007. Aksara, Bahasa dan Sastra Bali. Denpasar : Sari Kahyangan

Gautama, Wayan Budha. 2006. Tata Sukerta Basa Bali. Denpasar: CV. Kayumasagung.

Jatiyasa I Wayan. 2019. Pembelajaran bahasa bali di era revolusi industri 4.0 (peluang dan tantangannya). Prosiding Seminar Nasional Dharma Acarya ke-1, Tantangan dan Peluang Dunia Pendidikan di Era 4.0 - 13 Juli 2019, pp. 139-144. http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/dharmaacarya

Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=r-pADwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA2&dq=bahasa+&ots=a9aJcWMd1S&sig=Em9Ee1oxg8TZUW6ysc-AJH9N67o&redir_esc=y#v=onepage&q=bahasa&f=false

Suryawan, IG Agung Jaya. 2020. Pendidikan susila pada penggunaan Anggah-ungguhing basa Bali dalam pergaulan modern. Subasita: Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali, 1-12. https://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/subasita/article/view/873

Suwija, I Nyoman. (2019). Tingkat-tingkatan bicara bahasa Bali (dampak anggah-ungguh kruna). Sosiohumaniora, 21(1), 90-97. http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/19507

Suwija, I Nyoman. (2021). Kiat-kiat pemerintah daerah Bali Memelihara bahasa, aksara, dan sastra Bali. Seminar Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (PEDALITRA I), Penguatan Literasi Melalui Pengajaran Bahasa dan Sastra. Denpasar : PBID, FKIP, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah Bali pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Downloads

Published

2023-12-20