Screening Anemia Dan Konsumsi Puding Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Siswi Sma Negeri 1 Cawas Klaten

Authors

  • Istika Dwi Kusumaningrum STIKES Surya Global Yogyakarta
  • Anis Khotimah STIKES Surya Global Yogyakarta
  • Pramukti Dian Setianingrum STIKES Surya Global Yogyakarta

Keywords:

anemia, hemoglobin, puding daun kelor

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan eritrosit yang umum terjadi pada remaja putri, terutama karena kebutuhan zat besi meningkat selama pertumbuhan dan menstruasi. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan (Anggoro, 2020; Kurniawati & Tri Sutanto, 2019). Survei profil kesehatan Kabupaten Klaten menunjukkan 36,2% remaja mengalami anemia (Profil Kesehatan Klaten, 2019). Faktor penyebab meliputi asupan zat besi yang kurang, penyerapan tidak optimal, infeksi cacing, dan kehilangan zat besi saat menstruasi (Stevens et al., 2013). Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan pencegahan anemia pada remaja melalui penyuluhan pola hidup sehat serta pemanfaatan daun kelor sebagai sumber zat besi. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan edukatif dan pemeriksaan kadar hemoglobin pada siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Cawas Klaten. Hasil: Pengetahuan peserta meningkat dari 64% menjadi 85% berdasarkan pretest dan posttest. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, dengan pertanyaan aktif dan diskusi interaktif.

References

Almatseir. Sunita. (2013). Prinsip Dasar Anemia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Anggoro, S. (2020). Factors Affecting the Event of Anemia in High School Students. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(3), 341-350

Arisman, M.B. 2014. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : ECG.

Denzim, N.K. & Lincoln, Y.S (Eds). 2019. Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Dinkes. 2019. Profil Kesehatan Klaten, Klaten: Dinas Kesehatan.

Emilia. 2017. Hubungan Asupan Zat Besi dengan Status Anemia pada Santri Putridi Pondok Pesantren Hidayatussalikin Air Itam Kota Pangkalpinang. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes, Pangkalpinang.

Kemenkes. (2022). Hasil Utama Riskesdas Tentang Prevalensi Anemia di Indonesia 2022. Hasil Utama Riskesdas Indonesia 2022

Kemenkes. 2022. Mengenal Berbagai Manfaat Kelor

Kemenkes. 2023. Pengaruh Konsumsi Daun Kelor bagi Kesehatan

Kurniawati, D., & Tri Sutanto, H. (2019).Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Remaja Putri Dengan Menggunakan Bayesian Regresi Logistik Dan Algoritma Metropolishasting.Mathunesa: Jurnal Ilmiah Matematika

Proverawati. Atikah (2011). Anemia Remaja. Yogyakarta. Nuha Medika.

Putrianti, B. (2020). Efektivitas Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dan Jeruk Lemon (Citrus Medica) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja. Jurnal Kesehatan Karya Husada, 1(8), 57–67. http://jurnal.poltekkeskhjogja.ac.id/index.php/jkkh/article/view/377

Stevens, G. A. (2013). Global, Regional, And National Trends In Haemoglobin Concentration And Prevalence Of Total And Severe Anaemia In Children And Pregnant And Non-Pregnant Women For 1995-2011: A Systematic Analysis Of Population-Representative Data. The Lancet Global Health.

Syahrial. (2021). Remaja Sehat Bebas Anemia. ISBN : 978-623-345-666-1.Padang: M.Biomed http://repo.unand.ac.id/46382/3/Remaja%20Sehat%20Bebas%20Anenia.pdf

WHO. 2008. Worldwide prevalence of anemia 1993–2005: WHO global database on anemiaWilliam DM. Pancytopenia, aplastic anemia, and pure red cell aplasia. In: Lee GR, Foerster J, et al (eds). Wintrobe’s Clinical Hematology 9th ed. Philadelpia-London.

Downloads

Published

2025-12-20