SITUS SEJARAH PEREKAT KERUKUNAN DAN MAKNANYA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

  • Ida Bagus Brata Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ida Bagus Brata Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ruli Anto Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ida Bagus Nyoman Wartha Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Putu Adi Saputra Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Situs sejarah, perekat, kerukunan, jati diri

Abstract

Kajian ini mencoba menelaah peranan situs sejarah sebagai perekat kerukunan bangsa di tengah kemasakinian yang begitu problematis. Sejarah adalah hasil rekonstruksi cipta, rasa, karsa, dan karya manusia masa lalu, namun bagaimana memosisikan situs sejarah agar tetap berperan bagi masa depan suatu bangsa. Situs sejarah mengandung berbagai emosi di dalamnya yang harus dinarasikan. Sejarah membangkitkan keinsyafan akan dimensi ruang dan waktu yang sangat esensial dalam eksistensi manusia. Penelitian ini dirancang secara kualitatif dengan pendekatan alamiah, ditunjang studi pustaka, dengan menempatkan peneliti sebagai instrumen kunci. Pengambilan sampel secara purposive, pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi, analisis data bersifat kualitatif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatkan situs sejarah sebagai sumber belajar dan media penghubung adalah sesuatu yang sangat strategis di tengah dinamika masyarakat yang mengarah ke arah bebas sekat. Situs sejarah dapat berperan sebagai media yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu. Situs sejarah dapat dijadikan sebagai simbol perekat kerukunan bangsa. Sebagai simbol kerukunan, situs sejarah mengandung nilai dan makna simbolik, informatif, estetik, dan ekonomi dalam upaya membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, T. (2017). Pembelajaran Sejarah yang Reflektif dan Inspiratif. Seminar Nasional Dan Kongres Asosiasi Pendidik Dan Peneliti Sejarah (APPS).
Alvin, T. (1991). Pergeseran Kekuasaan : Pengetahuan, Kekayaan, dan Kekerasan di Penghujung Abad ke-21 (H. Sulistyo (ed.)). Pantja Simpati.
Ardika, I. W. (2007). Pusaka Budaya dan Pariwisata. Pustaka Larasan.
Black, James A.; Champion, D. J. (2001). Metode dan Masalah Penelitian Sosial (R. E. Koswara; Dira, Salam; Alfin (ed.)). Refika Aditama. https://lib.unikom.ac.id/opac/detail/0-12609/METODE dan masalah penelitian sosial
Brata, I. B. (2016). Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa. Jurnal Bakti Saraswati, 05(01), 9–16.
Brata, I. B. (2019). Pendidikan Karakter dan Globalisasi. Unmas Press. http://library.unmas.ac.id/index.php?p=fstream&fid=135&bid=4409
Brata, I. B. (2017). Menyama Braya: Representasi Kesadaran Kolektif Lokal Memperkuat Identitas Nasional. Seminar Nasional Dan Kongres Asosiasi Pendidik Dan Peneliti Sejarah (APPS) Se-Indonesia, 1–13. http://repository.unmas.ac.id/medias/journal/EJR-0050.pdf
Hasan, A. (2017). Pendidikan Sejarah untuk Kehidupan Berbangsa dan Masa Depan Bangsa. Seminar Nasional Dan Kongres Asosiasi Pendidik Dan Peneliti Sejarah (APPS).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis (3rd ed.). Sage Publications.
Wija, I. G. (2002). Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Strategi Pengembangan Kurikulum Baru Pendidikan IPS di LPTK. Seminar Nasional Fakultas Pendidikan IPS IKIP Negeri Singaraja.
Yusuf, D. (2011). Permasalahan Pembelajaran Sejarah di Indonesia. https://www.slideshare.net/sejarahakademika/permasalahan-pembelajaran-sejarah-di-indonesia
Jurnal Santiaji Pendidikan Volume 11 No. 2
Published
2021-07-31