EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN SALAK GULAPASIR (SALACCAZALACCA VAR. AMBOINENSIS) DI PROVINSI BALI

  • Budi Dwi Hartanto Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I ketut Sumantra Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Cokorda Javandira Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Evaluasi Kesesuaian Lahan, Salak GulaPasir, Citra Satelit dan SIG

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode pemberian skor pada setiap parameter yang digunakan dan memberikan bobot penimbang pada masing-masing parameter  yang besarnya sesuai dengan pengaruhnya terhadap evaluasi lahan tanaman salak Gulapasir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan interpretasi citra pengindraan jauh dan data sekunder, kemudian dioverlay sehingga memberikan empat tingkat kesesuaian yaitu sangat sesuai (S1), sesuai (S2), kurang sesuai (S3) dan tidak sesuai (N).

Penentuan lokasi kesesuaian lahan untuk tanaman salak Gulapasir dilakukan dengan metode evaluasi lahan yang menggunakan citra satelit sebagai sumber data dan data sekunder sebagai data pendukung.Analisis data dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Penetuan kesesuaian lahan dilakukan dengan teknik pengharkatan (scoring) masing-masing karakteristik lahan.Kesesuaian lahan mewakili kecocokan fisik lahan untuk suatu macam peruntukan dan penggunaan lahan mewakili ketersediaan lahannya.

Peta yang dihasilkan terdiri dari peta kesesuaian iklim, kesesuaian tanah, kesesuaian ketinggian, kesesuaian iklim dan tanah, kesesuaian iklim, tanah, dan ketinggian.Berdasarkan kesesuaian iklim, luas wilayah sangat sesuai 4.184,84 km2, sesuai 1.318,65 km2 dan kurang sesuai 133.16 km2.Untuk kesesuaian tanah, luas wilayah sangat sesuai 2.575,14 km2, sesuai 592.76 km2 dan kurang sesuai 2.467,91 km2. Untuk kesesuaian ketinggian, luas wilayah sangat sesuai 2.732,37 km2, sesuai 1.558,4 km2, kurang sesuai 454,99 km2 dan tidak sesuai 890.9 km2. Untuk kesesuaian iklim dan tanah, luas wilayah sangat sesuai 3.505,05 km2, sesuai 2.018,46 km2 dan kurang sesuai 113.15 km2. Sedangkan untuk kesesuaian iklim, tanah, dan ketinggian, luas wilayah sangat sesuai mencapai 3.658,48 km2, sesuai 1.848,01 km2, kurang sesuai 112,55 km2, dan daerah tidak sesuai seluas 17,62 km2.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Diperta Bali. 2009. Luas tanam, luas panen dan produksi buah-buahan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prop. Bali.
Lillesand, T. M., dan R. W. Kiefer, 1990, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra, diterjemahkan oleh Dulbahri, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Malingreau dan Mangunsukarjo, K. 1978.Evaluasi lahan dan Pendekatan Terpadu untuk Pembangunan Pedesaan.Pusat Pendidikan InterpretasiCitra Penginderaan Jauh dan Survei Terpadu. Yogyakarta: FakultasGeografi UGM.
Nurfalaq, A. 2012.Pemanfaatan Citra SRTM dalam Pemetaan Topografi.Dari http://mafiaturatea.blogspot.co.id/2012/05/pemanfaatan-citra-srtmdalam-pemetaan.html. Diunduh 20 Pebruari 2016
Prahasta, E., 2009. Konsep-Konsep Dasar Sistim Informasi Geografis. Penerbit Informatika. Bandung
Sumantra IK.2013. Kajian Agroekosistem Tanaman Salak Gulapasir (Salacca Zalacca Var. amboinensis) Sebagai Dasar Perbaikan Hasil dan Mutu Buah didaerah Pengembangan Baru di Bali. Disertasi.Program Doktor Ilmu Pertanian Program Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang
Published
2017-08-30
How to Cite
Hartanto, B. D., Sumantra, I. ketut, & Javandira, C. (2017). EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN SALAK GULAPASIR (SALACCAZALACCA VAR. AMBOINENSIS) DI PROVINSI BALI. AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem, 7(14), 1-7. Retrieved from http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/agrimeta/article/view/51