PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DENGAN BAKTERI Bacillus SPP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH

  • Semi Pandango Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Ketut Widnyana Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Putu Lasmi Yulianthi Sapanca Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: Tanaman Kacang Tanah, Bakteri Bacillus spp, Waktu Perendaman Pengaruh Pertumbuhan dan hasil

Abstract

Penelitian tentang pengaruh lama perendaman benih tanaman kacang tanah dengan bakteri Bacillus spp terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) dilakuakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas mahasaraswati Denpasar dan di Jln. Jimbaran, Perum Puri Gading, Gang Persada No 6, Kuta Selatan Badung Bali, dari bulan Mei - Agustus 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman dan lama perendaman benih kacang tanah dengan bakter Bacillus spp terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Bakteri Bacillus spp, dangan menggunakan media NB dengan waktu perendaman selama 15, 30, 45 dan 60 menit + control. Data yang diperoleh di Sidik Ragam dengan uji F pada taraf nyata 5%. Jika F hitung lebih besar dari F tabel 5%, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat basah akar, berat basah batang, panjang akar, berat kering tanaman, berat kering akar dan berat kering batang. Hasil percobaan menunjukan bahwa lama waktu 15 menit perendaman benih kacang tanah dengan bakteri Bacillus spp terhadap sebagian besar parameter pengamatan berpengaruh nyata  terhadap terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Tanaman kacang tanah merupankan tanaman penghasil biji pada perlakuan pengaruh lama waktu 15 menit perendaman dengan bakteri Bacillus spp (P1) paling dominan memberikan hasil pengaruh nyata dengan jumlah biji 42,4 dibandingkan dengan kontrol (P0) yang jumlah bijinya sekitar 35,2 biji dan perlakuan lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alabouvette, R, P, Lemanceau, and C. Steinberg. 1996. BiologicalControl OF Fusarium Wilts; Opportunities For Developing AComercial Produk

Ali, Alimuddin. 2005 Mikrobiologi Dasar Jilid I. State University of Makassar

Press. Makassar.

Ali, et.al., 2014. The Impact of Nutrition on Child Development at 3 Years in a

Rural Community of India. International Journal of Prevenive Medicine,vol 5, no4

Astuti RP, 2008. Rhizobakteria Bacillus sp. asal tanah rizosfer kedelai yang . Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor. Diakses melalui http:// pada tanggal 15 April 2017

Astuti. 2008. Kebutuhan dan perilaku pencarian informasi : studi kasus mahasiswa PDPT FIB UI 2007 dengan metode problem-based learning (PBL), tersedia pada http://www.diligib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/ (22/03/

Beddes, T and Drost, D. 2010. Peanuts in The Garden. Horticulture. Utah State University. extension.usu.edu

Baharsjah, J.S dan Azhari, D.H., 1980. Posisi Kacang-Kacangan di Indonesia.Ringkasan Hasil Penelitian Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Cahyono. B. 2007. Kedelai.CV. Semarang: Aneka Ilmu

Published
2018-10-30
How to Cite
Pandango, S., Widnyana, I. K., & Sapanca, P. L. Y. (2018). PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DENGAN BAKTERI Bacillus SPP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH. AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem, 8(16), 50-55. Retrieved from http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/agrimeta/article/view/414