“Urban Farming” Optimalisasi Lahan di Panti Asuhan Tat Twam Asi

Authors

  • Ni Wayan Yuliandewi Teknik Lingkungan, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Putu Indah Dianti Putri Teknik Lingkungan, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali
  • Luh Putu Merta Karunia Putri Teknik Lingkungan, Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, Bali

Keywords:

tatanan kota, lahan hijau, urban farming, permukiman

Abstract

Tatanan kota menjadi salah satu penyebab kota menjadi berkurangnya lahan yang dapat dijadikan sebagai lahan hijau. Permasalahan yang terjadi saat ini pada kota besar di Indonesia yaitu pertumbuhan pendudukan yang semakin pesat sehingga kebutuhan untuk tatanan kota dalam hal permukiman menjadi semakin sedikit. Kota Denpasar merupakan salah satu kota pariwisata yang ada di Bali. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pertumbuhan jumlah penduduk semakin pesat sehingga terjadi peningkatan jumlah aktifitas manusia dan juga penurunan jumlah lahan khususnya lahan hijau di kota Denpasar. Melihat fenomena tersebut, penulis melakukan pengabdian di daerah pusat kota khususnya Kota Denpasar yang bertempat di Dangin Puri Kelod dengan memberikan suatu solusi untuk menggunakan urban farming dalam mengoptimalisasi penggunaan lahan sempit di daerah pusat perkotaan. Alih fungsi lahan mulai dari kawasan hijau cenderung mengalami perubahan dari kawasan resapan air menjadi kawasan terbangun yang mengakibatkan daya dukung lahan mengalami gangguan. kegiatan pengabdian melalui urban farming ini menjadi kegiatan wajib yang harus dilaksanakan untuk mengotimalisasi masalah lahan hijau serta menjadi solusi pada kawasan perkotaan yang padat dengan permukiman.

Downloads

Published

2024-12-23

Issue

Section

Articles