FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS NANOSPRAY HYBRID SUNSCREEN EKSTRAK KULIT PISANG RAJA NANGKA (Musa paradisiaca) SECARA IN VITRO
Kata Kunci:
Sinar UV, Nanospray Hybrid Sunscreen, Kulit Pisang Raja Nangka, Kanker kulit non-melanomaAbstrak
Paparan sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA dan UVB, dapat menimbulkan berbagai efek merugikan pada kulit, seperti eritema, hingga kanker kulit. Di Indonesia tercatat sebanyak 7.841 kasus dan 120.846 kasus di Asia kanker kulit non-melanoma. Salah satu tanaman yang belum banyak dimanfaatkan yaitu kulit buah pisang raja nangka (Musa paradisiaca) yang memiliki potensi sebagai bahan alami sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan Nanospray Hybrid Sunscreen (NHS) dengan bahan aktif ekstrak kulit buah pisang raja nangka yang mengandungsenyawa bioaktif seperti mineral seng (Zn) yang berpotensi sebagai tabir surya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi diperoleh rendemen sebesar 7,027%. NHS diformulasikan dalam empat variasi F1, F2, F3, dan F4 dengan penambahan zink oksida dan titanium dioksida pada F3 dan F4. Hasil diperoleh karakteristik fisik yang stabil dengan pH 6,17–6,63 dan ukuran partikel 55,9–674,2 nm. Nilai SPF berkisar antara 6,08–20,04 dengan kategori perlindungan sedang hingga ultra. Formula terbaik (F3) yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide menunjukkan nilai SPF tertinggi (20,04) serta % eritema 6,40% dan % pigmentasi 4,84%, termasuk kategori proteksi ekstra. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi ekstrak alami dengan filter fisik efektif meningkatkan aktivitas fotoprotektif sediaan. Berdasarkan hasil ini, ekstrak kulit pisang raja nangka berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sunscreen alami dalam bentuk nanospray yang lebih praktis dan efektif.