TitiArtos: EDUKASI MAKNA ARSITEKTUR DAN ETIKA RUANG PURA TAMAN AYUN MELALUI MEDIA INTERPRETASI DIGITAL PADA ERA SOCIETY 5.0
Kata Kunci:
warisan budaya, Pura Taman Ayun, etika ruang sakral, media digital, Society 5.0Abstrak
Pura Taman Ayun merupakan salah satu warisan budaya Bali yang memiliki nilai arsitektur, simbolik, dan etika ruang sakral yang penting bagi kehidupan religius dan budaya masyarakat. Meskipun menjadi daya tarik wisata unggulan, masih terdapat kesenjangan informasi bagi pengunjung mengenai makna arsitektur dan etika kunjungan, yang berpotensi menimbulkan perilaku kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis TitiArtos sebagai media interpretasi digital berbasis QR untuk mendukung pemahaman makna arsitektur dan etika ruang Pura Taman Ayun pada era Society 5.0. Landasan teori penelitian mencakup konsep warisan budaya, simbolisme arsitektur pura, etika ruang sakral, serta media edukasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan penyebaran kuesioner kepada 75 generasi muda. Hasil kuesioner menunjukkan 28,2% responden belum menerima informasi, 59% memperoleh informasi sebagian, dan 12,8% merasa telah mendapatkan informasi lengkap mengenai larangan, etika, dan aturan kunjungan. Analisis dan sintesis data menunjukkan bahwa TitiArtos mampu menyajikan informasi secara selektif, ringkas, edukatif, dan kontekstual, tanpa mengganggu kesakralan pura. Media ini membantu pengunjung memahami makna simbolik elemen arsitektur, pembagian ruang sakral, serta etika kunjungan, sehingga mendorong perilaku lebih menghormati nilai budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa TitiArtos relevan sebagai model awal media edukasi digital yang etis dan adaptif, berpotensi diterapkan pada situs budaya lain di Bali. Saran penelitian meliputi pengembangan lebih lanjut dan uji efektivitas TitiArtos, serta pemanfaatan media interpretasi digital untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya.