LARVASIDA ALAMI BERBASIS LIMBAH SISA PANEN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) SEBAGAI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN PENGGANTI LARVASIDA SINTETIS

Penulis

  • Ni Putu Dian Mahesa Putri
  • Ketut Tri Pradnya Paramita
  • Ni Made Della Apriani
  • Komang Dirga Mega Buana

Kata Kunci:

Pacar air (Impatiens balsamina), larvasida alami, Aedes aegypti, lawsone, Demam Berdarah Dengue

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dan dunia, dengan tren peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pengendalian larva Aedes aegypti merupakan strategi penting dalam pencegahan DBD, namun penggunaan larvasida sintetis seperti temephos dalam jangka panjang dilaporkan menimbulkan resistensi, pencemaran lingkungan, serta risiko terhadap organisme non-target. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif larvasida yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Salah satu kandidat yang berpotensi dikembangkan adalah pacar air (Impatiens balsamina), tanaman yang tumbuh melimpah di Indonesia dan diketahui mengandung senyawa bioaktif golongan naphthoquinone, khususnya lawsone. Artikel ini merupakan narrative review yang bertujuan mengkaji potensi tanaman pacar air sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti berdasarkan studi literatur terkait aktivitas larvasida, nilai LC₅₀, distribusi senyawa lawsone pada berbagai bagian tanaman, serta peluang pemanfaatan limbah sisa panen. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak daun pacar air memiliki aktivitas larvasida paling tinggi dibandingkan beberapa tanaman lain, dengan nilai LC₅₀ sebesar 0,4%, yang mengindikasikan potensi toksisitas tinggi pada konsentrasi rendah. Senyawa lawsone dilaporkan terdistribusi pada berbagai bagian tanaman, termasuk daun dan bunga, sehingga membuka peluang pemanfaatan bagian tanaman yang selama ini kurang dimanfaatkan, khususnya dalam konteks pemanfaatan tanaman potensial lokal yang ada di Bali. Temuan ini menunjukkan bahwa pacar air berpotensi menjadi solusi larvasida nabati berbasis komunitas yang tidak hanya efektif secara biologis, tetapi juga mendukung upaya pengendalian DBD yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-28