HARMONI PARIWISATA, PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN LINGKUNGAN OLEH GENERASI MUDA (STUDI KASUS DESA SENGANAN KANGINAN TABANAN)
Kata Kunci:
pariwisata berkelanjutan, pariwisata hijau, generasi muda, triple bottom line, seni budayaAbstrak
Pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pariwisata hijau menuntut adanya keseimbangan antara aspek ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan (planet). Desa Senganan Kanginan, Kabupaten Tabanan, memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang perlu dikelola secara berkelanjutan melalui keterlibatan generasi muda. Permasalahan yang dihadapi adalah terbatasnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni antara pariwisata, pelestarian seni budaya, dan lingkungan. Tujuan penelitin ini untuk mengkaji peran organisasi generasi muda dalam mendukung konsep Triple Bottom Line pada pengembangan pariwisata di Desa Senganan Kanginan Tabanan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembersihan pura dan lingkungan desa serta penanaman tanaman di area desa berkontribusi pada aspek planet melalui pelestarian lingkungan, pelestarian seni tari dan seni tabuh memperkuat aspek people melalui penguatan identitas budaya dan hubungan sosial, serta keterlibatan Presiki Darma Sentana dalam kegiatan sosial dan pariwisata desa berpotensi mendukung aspek profit melalui peningkatan daya tarik wisata dan manfaat ekonomi masyarakat. Kesimpulannya, peran aktif organisasi generasi muda melalui Presiki Darma Sentana sejak usia dini menjadi elemen strategis dalam mewujudkan harmoni pariwisata berbasis pariwisata hijau yang berkelanjutan.