CO-CREATE CRITICAL MIND SEBAGAI PENDEKATAN TRANSFORMASIONAL DALAM PENANGANAN KRISIS SAMPAH UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA
Kata Kunci:
Co-creation, pola pikir kritis masyarakat, pengelolaan limbah, kolaborasi antar pihak, keterlibatan masyarakatAbstrak
Problematika limbah rumah tangga menjadi kendala besar dalam pertumbuhan berkelanjutan karena menimbulkan efek pada lingkungan, kebugaran masyarakat, serta kemakmuran sosial. Cara penanggulangan yang cenderung memakai pendekatan dari atas ke bawah dan mengandalkan teknologi seringkali tidak berhasil akibat kesadaran masyarakat yang kurang serta minimnya kerja sama antar berbagai pihak. Artikel ini mengulas strategi kolaboratif melalui proses co-creation yang menggabungkan pola pikir kritis warga dengan tujuan mengubah keluhan menjadi tindakan konkret dalam pengelolaan limbah. Metode yang dipakai ialah deskriptif-analitis dengan sumber data dari artikel berita, buku referensi, publikasi jurnal, dan dokumen hukum yang relevan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa peningkatan pola pikir kritis melalui proses pendidikan yang membangun kesadaran, diskusi yang melibatkan partisipasi aktif, dan pembelajaran sosial yang didasarkan pada pengalaman di tingkat lokal menjadi dasar bagi kesadaran bersama. Proses co-creation yang melibatkan berbagai pihak—terdiri dari pemerintah, kelompok masyarakat setempat, kalangan akademisi, serta pihak swasta sebagai rekan setara—mendorong terbentuknya solusi pengelolaan limbah yang fleksibel, berkesinambungan, serta berfokus pada kemaslahatan bersama. Kesimpulan ini menggarisbawahi betapa krusialnya penggabungan pola pikir kritis serta kolaborasi sosial sebagai kunci untuk mengubah masalah limbah menjadi sebuah pergerakan kolektif yang berkelanjutan.