Optimalisasi Pembelajaran Sejarah melalui Integrasi Teknologi Digital: Strategi dan Implementasi di Pendidikan Tinggi

Penulis

  • Ni Kadek Widyantari Maha Dewi
  • I Made Yuuki Suasta
  • Ruli Anto

Kata Kunci:

pembelajaran sejarah, teknologi digital, pendidikan tinggi, TPACK, sumber primer digital, berpikir historis

Abstrak

Mahasiswa pendidikan tinggi saat ini didominasi Generasi Z yang tumbuh dalam ekosistem digital dan memiliki preferensi belajar yang cenderung cepat, visual, dan terhubung. Namun, karakter “digital native” tidak otomatis berbanding lurus dengan literasi informasi dan kemampuan evaluasi sumber yang kuat, sehingga pembelajaran sejarah perlu dirancang untuk tetap menumbuhkan pemahaman mendalam, berpikir historis, dan penalaran kritis. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pembelajaran sejarah melalui integrasi teknologi digital di pendidikan tinggi, dengan menekankan kerangka pedagogis (TPACK), desain pembelajaran (blended learning), pemanfaatan sumber primer digital, serta inovasi media (digital storytelling, VR). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka naratif terhadap literatur kunci dan riset empiris (2001–2025) yang relevan dengan pembelajaran sejarah dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi—bila disejajarkan dengan tujuan historis (historical thinking) dan prinsip desain multimedia—dapat meningkatkan keterlibatan belajar, memperkaya akses sumber primer, dan mendorong praktik penalaran sejarah. Tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur, beban kognitif, kesiapan dosen, serta risiko “pembelajaran dangkal” akibat konsumsi informasi instan. Artikel ini merekomendasikan desain pembelajaran berbasis tugas otentik, scaffolding analisis sumber, dan evaluasi autentik (portofolio digital) untuk memastikan teknologi berfungsi sebagai penguat pembelajaran, bukan sekadar pelengkap.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-28