SIKLUS KEHENDAK PEMIKIRAN SCHOPENHAUER TERHADAP FENOMENA PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Penulis

  • I Gede Eka Agung Agastya Punia

Kata Kunci:

Schopenhauer, pendidikan kedokteran, burnout, kehendak

Abstrak

Artikel ini mengkaji fenomena pendidikan kedokteran di Indonesia melalui lensa filsafat Arthur Schopenhauer, khususnya konsep kehendak dan siklus penderitaan yang menyertainya. Schopenhauer menegaskan bahwa hakikat manusia bukan terletak pada rasio, melainkan pada kehendak sebagai dorongan metafisik universal yang tak pernah terpuaskan. Kehendak ini menciptakan siklus abadi antara penderitaan akibat kekurangan dan kebosanan setelah kepuasan tercapai, yang ia gambarkan sebagai "ayunan pendulum." Kajian ini menemukan bahwa setiap jenjang pendidikan kedokteran yang mulai dari tahap sarjana, profesi dokter, hingga program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan subspesialis secara konsisten merepresentasikan siklus kehendak Schopenhauer. Mahasiswa dan dokter peserta didik rela menanggung beban akademik yang berat, jam kerja ekstrem, hierarki yang ketat, hingga perundungan, demi mencapai status dan pengakuan yang lebih tinggi. Namun setiap pencapaian hanya menghadirkan kepuasan sementara sebelum hasrat baru kembali muncul. Hal ini dipertegas oleh temuan empiris seperti angka burnout sebesar 44% pada peserta PPDS serta gangguan psikologis kronis di berbagai jenjang pendidikan kedokteran. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kedokteran merupakan cerminan nyata dari pesimisme Schopenhauer. Selama kehendak terus bergerak, penderitaan akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan manusia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Terbitan

Bagian

Articles