Penyelesaian Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang Mengalami Kemacetan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tegal Tugu Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar

Authors

  • Pande Made Krisna Sundaram Meranggi
  • Anak Agung Adi Lestari

Keywords:

Unsecured Loans, Non-Performing Loans, Village Credit Institution, Customary Sanctions, Living Law.

Abstract

Unsecured Loans (KTA) provided by Village Credit Institutions (LPD) present legal risks due to the absence of physical collateral. This study aims to analyze the mechanisms of granting and resolving non-performing KTAs at LPD Desa Adat Tegal Tugu, Gianyar. This empirical legal research employs fact and sociological approaches, utilizing primary data from interviews and secondary legal materials. The findings reveal two key points. First, the KTA granting procedure integrates Article 1320 of the Civil Code with living law, requiring prospective debtors to hold krama banjar status, with a maximum credit ceiling of Rp1,000,000. Creditworthiness evaluation relies strictly on non-material aspects, focusing on character and capacity rather than physical collateral. Second, non-performing KTA resolution prioritizes persuasive non-litigation approaches, progressing from formal Warning Letters (SP 1 and SP 2) to restructuring mediation offering interest waivers or flexible principal payments. If deadlocked, dispute resolution is escalated to Paruman Desa Adat based on the asih, asah, asuh principle. Debtors intentionally defaulting (ngeracinin desa) face socio-moral customary sanctions, specifically a prohibition from performing ngayah at the Temple during odalan ceremonies, without incurring social banishment (kasepekang). Thus, LPD successfully balances financial liquidity protection with community social harmony

References

BUKU

Awig-Awig dan Pararem Desa Adat Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

Ramdhan, M. (2021). Metode Penelitian. Cipta Media Nusantara

JURNAL

Al Kautsar, I., & Muhammad, D. W. (2022). Sistem Hukum Modern Lawrance M. Friedman: Budaya Hukum Dan Perubahan Sosial Masyarakat Dari Industrial Ke Digital. Sapientia Et Virtus, 7(2), 84–99.

Ariasih, M. P., & Suarmanayasa, I. N. (2024). Fungsi Sosial Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sebagai Penggerak Utama Pembangunan Ekonomi Desa. Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah), 7(2), 1236–1243.

Arrodli, A. J., Ramadhan, A., Pamungkas, D. D., Muhammad, D. Z., & Anugrah, D. (2024). Konsekuensi Hukum Cacat Kehendak dalam Pembentukan Perjanjian Sesuai Pasal 1320 Kuhperdata. Letterlijk, 1(2), 136.

Dara, R. R., Nubatonis, O. J., & Jacob, Y. M. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Kredit Tanpa Agunan Sebagai Salah Satu Alternatif Pendanaan Umkm (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah) Di Indonesia. Petitum Law Journal, 2(2), 430.

Dewi, N. N. S., et al. (2024). Strengthening Traditional Village Regulations For Anticipating Non-Performing Loans at Village Credit Institutions: Penguatan Aturan Desa Adat Untuk Menganticipasi Kredit Bermasalah Di Lembaga Perkreditan Desa. Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement, 4(2), 212–218.

Dewi, P. W. L., & Anom, I. G. N. (2024). Makna Jaminan Tanah Dalam Perjanjian Kredit Tanpa Akta Pemberian Hak Tanggungan Pada LPD Desa Adat Kepaon. Jurnal Hukum Mahasiswa, 4(1), 1266–1278.

Fauziyah, K. I., & Januarita, R. (2025). Penerapan Prinsip Utmost good faith dalam Kontrak Baku pada Kasus Gagal Bayar Perusahaan Fintech Lending. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 5(1), 36.

Hadiati, M., Julianti, L., Syailendra, M. R., Marfungah, L., & Gunawan, A. S. (2021). Peran Desa Adat Dalam Tata Kelola Lembaga Perkreditan (Lpd) Di Bali. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 5(2), 580.

Haifa, N. M., Nabilla, I., Rahmatika, V., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Identifikasi Variabel Penelitian, Jenis Sumber Data dalam Penelitian Pendidikan. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 2(2), 263.

Haris, O. K., Yuningsih, D., & La Aci, M. H. (2024). Perjanjian di Bawah Tangan Ditinjau dari Asas Pacta Sunt Servanda. Halu Oleo Legal Research, 6(2), 250.

Iwanti, N. A. M. (2022). Akibat Hukum Wanprestasi Serta Upaya Hukum Wanprestasi Berdasarkan Undang-Undang Yang Berlaku. The Juris, 6(2), 348.

Kusuma, M. I. D., Budiartha, N. P., & Sudibya, D. G. (2021). Kewenangan Pengelolaan Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Setelah Berlakunya Peraturan Daerah Nomor 29 Tahun 2013. Jurnal Interpretasi Hukum, 2(1), 142–146.

Putranto, A. C., & Triadi, I. (2025). Konsep Hukum Pidana Adat Pasca Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Perspektif Living Law. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7317–7338.

.Suandika, I. N., & Citra, M. E. A. (2022). Upaya Penyelesaian Perjanjian Kredit Macet dengan Anggunan di Masa Pandemi Covid-19 pada KSU. Biosrisedana Gianyar. Jurnal Mahasiswa Hukum Saraswati (JUMAHA), 2(1), 38–50.

Sukmana, O., et al. (2025). Sosiologi Perubahan Sosial. Star Digital Publishing.

Syamsiah, D., Bao, R. M. B., & Yuliana, N. F. (2023). Dasar Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Perjanjian. Jurnal Hukum Das Sollen, 9(2), 842.

Tanjaya, W., & Wijaya, E. T. (2025). Tinjauan Hukum Tentang Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Hukum Bisnis Terhadap Penyelesaian Kasus Wanpestasi. Unes Journal of Swara Justisia, 9(2), 262.

Wardhani, N. W. S., & Sugama, I. D. G. D. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Penyimpangan Dana Pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10), 11.

Widagda, I. M. N., & Primantari, A. A. A. (2025). Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit Bank Tanpa Agunan Melalui Perspektif Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(1), 5.

Wiryawan, I. W. G. (2023). The Impact of the COVID-19 Pandemic on Layoffs, Income and Social Protection of Workers in Indonesia. Revista de Gestão Social e Ambiental, 17(4), 03474.

SKRIPSI/TESIS/DISERTASI

Safitri, A. I., Yansah, S., & Valentine, F. (2025). Komunikasi Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) / Burgerlijk Wetboek.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

WAWANCARA

Wawancara dengan Bapak I Ketut Sumardika, Debitur KTA LPD Desa Adat Tegal Tugu, 05 Maret 2026, pukul 16.30 WITA.

Wawancara dengan Bapak I Wayan Suastika, Ketua LPD Desa Adat Tegal Tugu, 09 Maret 2026, pukul 14.44 WITA.

Wawancara dengan Bapak Made Sida Tanaya, Klian Tempekan Banjar Tegal Kajanan, 04 Maret 2026, pukul 10.15 WITA.

Wawancara dengan Bapak Pande Nyoman Murtha, S.Pd., M.Pd.H., Bendesa Desa Adat Tegal Tugu, 04 Maret 2026, pukul 13.04 WITA.

Wawancara dengan Bapak Wayan Arta Negara, Klian Banjar Tegal Kajanan, 04 Maret 2026, pukul 11.20 WITA.

Downloads

Published

2026-11-04