Analisis Indeks Pencemaran di Pantai Matahari Terbit, Sanur
DOI:
https://doi.org/10.36733/alamlestari.v11i1.14442Keywords:
Indeks, Pencemaran, Pantai, BOD, pHAbstract
Pantai Matahari Terbit merupakan pantai dengan aktivitas pariwisata yang cukup padat. Kondisi ini menyebabkan Pantai Matahari terbit memiliki beban terhadap pencemaran yang berasal dari antivitas di daratan maupun perairan yang berasal dari antivitas domestik dan aktivitas perairan yang salah satunya berasal dari aktivitas Pelabuhan Sanur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui indeks pencemaran di perairan di sekitar Pantai Matahari Terbit dengan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran berdasarkan standar dalam Peraturan Pemerintah No. 22/2021 Lampiran VIII tentang wisata bahari dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115/2003. Titik 1 diperoleh Indeks Pencemaran sebesar 1,82. Titik 2 diperoleh Indeks Pencemaran 1,46. Titik 3 diperoleh Indeks Pencemaran sebesar 2,83. Ketiga titik tersebut diklasifikasikan sebagai tercemar ringan, dengan BOD₅ dan pH sebagai parameter dominan. Pemantauan berkala dengan serangkaian parameter yang lebih komprehensif direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.References
Adyasari, D., Pratama, M. A., Teguh, N. A., Sabdaningsih, A., Kusumaningtyas, M. A., & Dimova, N. (2021). Anthropogenic impact on Indonesian coastal water and ecosystems: Current status and future opportunities. Marine Pollution Bulletin, 171, 112689. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2021.112689
Armalia, R., Ardiyansyah, D., Putra, R. I., Reflis, R., & Utama, S. P. (2025). Kajian Pencemaran dan Strategi Pengelolaan Lingkungan Di Kawasan Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai Kota Bengkulu. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(3), 301–312. https://doi.org/10.55123/insologi.v4i3.5196
Atmaja, G., C,. S., Mahendra, M., S., Nuarsa, W., Darma, G., B., S., Sudipa, N. (2025). Strategic Analysis of Sanur Port Management, Bali, Journal of Lifestyle & SDGs Review, (5) 1, 1–30. https://doi.org/10.47172/2965-730X.SDGsReview.v5.n03.pe03048
Atmanisa, A., Mustarin, A., & Anny, N. (2020). Analisis kualitas air pada kawasan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Jeneponto. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 6(1). https://doi.org/10.26858/jptp.v6i1.11275
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air: Bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Hamuna, B., Tanjung, R. H. R., Suwito, S., Maury, H. K., & Alianto, A. (2018). Kajian kualitas air laut dan indeks pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di perairan Distrik Depapre, Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 35–43. https://doi.org/10.14710/jil.16.1.35-43Yudo, S., Said, N. I. 2018. Status Kualitas Air Sungai Ciliwung di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Teknologi Lingkungan. 19 (1), 13-22.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Baku Mutu Air.
Manikasari, G. P., & Mahayani, N. P. D. (2018). Peran hutan mangrove sebagai biofilter dalam pengendalian polutan Pb dan Cu di hutan mangrove Sungai Donan, Cilacap, Jawa Tengah. Jurnal Nasional Teknologi Terapan (JNTT), 2(2), 105–117. https://doi.org/10.22146/jntt.42721
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Saputra, I. W. R. R., Restu, I. W., & Pratiwi, M. A. (2017). Analisis kualitas air danau sebagai dasar perbaikan manajemen budidaya perikanan di Danau Buyan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Ecotrophic, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.24843/EJES.2017.v11.i01.p01
Sudipa, N., Mahendra, M. S., Adnyana, W. S., & Pujaastawa, I. B. (2020). Status Kualitas Air di Kawasan Pariwisata Nusa Penida. Ecotrophic, 14(2), 181–189
Wiguna, I. M. A., Saraswati, N. L. P., & Pratama, I. G. N. (2025). Analisis kualitas perairan pesisir Sanur, Bali terhadap aktivitas pariwisata dan limbah domestik. Journal of Marine Fisheries, 1(1), 22–28.