SOSIALISASI DAN PELATIHAN IBU PKK BANJAR DINAS JABON TENTANG MANFAAT BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK DI MASA PANDEMI

  • I Made Agus Sunadi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Fitria Megawati Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Ni Kadek Sukertiasih Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: hidroponik, janu, covid-19

Abstract

Desa Sampalan Tengah merupakan salah satu Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Dawan yang terletak kurang lebih 5 Km dari Ibu Kota Kecamatan dengan jarak tempuh 10 menit. Ibu PKK Banjar Dinas Jabon Desa Sampalan Tengah merasakan dampak akibat Covid- 19. Program sosialisasi dan pelatihan tentang budidaya tanaman hidroponik ini bertujuan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat Covid- 19. Dan edukasi tentang tanaman obat yang terdapat dilingkungan tempat tinggal seperti kunyit, jahe merah, temulawak, meniran dan sambiloto yang dapat dibuat jamu dirumah. Kegiatan ini telah berhasil untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat Covid- 19. Dari kegiatan ini dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan dari Ibu PKK mengenai budidaya hidroponik dan tanaman yang dapat dibuat jamu dirumah. Dengan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan hidroponik ini sebagai usaha kecil diruma. Selain itu dengan edukasi yang diberikan mengenai tanaman obat yang dapat dibuat jamu di rumah ibu PKK dapat membuat jamu dirumah untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi ini.

References

Lestari, E.Y., S. Sumarto, dan T. Wijayanti. 2019.Pendampingan pada Masyarakat dalam Pengembangan Mata Pencaharian Melalui Pemberdayaan Komunitas Pemuda Desa di Desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Jurnal Puruhita. Vol. 1. No. 1. Hal: 47-53.

Menkes RI. 2020. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19

Published
2021-04-09