INOVASI KERAJINAN LUKISAN WAYANG KAMASAN KLUNGKUNG

Authors

  • I Gusti Lanang Agung Raditya Putra STMIK Primakara, Jalan Tukad Badung 135 Renon – Denpasar 80226
  • Komang Wahyu Trisna STMIK Primakara, Jalan Tukad Badung 135 Renon – Denpasar 80226
  • I Gusti Bagus Made Wiradharma STMIK Primakara, Jalan Tukad Badung 135 Renon – Denpasar 80226

Keywords:

Inovation, Production, Digital Marketing, Lukisan Wayang Kamasan

Abstract

Pulau Bali merupakan Pulau yang terkenal hingga penghujung dunia karena adat, seni, budaya yang dimiliki. Salah satu budaya yang dimiliki Pulau Bali adalah karya seni berupa lukisan. Lukisan khas Bali yang sudah diwariskan dari abad ke-17 adalah lukisan wayang Kamasan. Dikatakan lukisan wayang Kamasan, karena Kamasan merupakan salah satu nama Desa di Kabupaten Klungkung, serta pengerajin lukisan wayang ini hanya terdapat di Desa Kamasan, Klungkung. Berbagai produk telah dihasilkan oleh pengerajin, namun produk yang dihasilkan digunakan oleh konsumen yang terbatas. Faktor ini berhubungan dengan target pasar, saat ini hanya kalangan tertentu yang menggunakan produk lukisan wayang kamasan ini. Hal tersebut menyebabkan jumlah produksi lukisan wayang Kamasan sulit ditingkatkan, jumlah produksi yang terbatas ini berdampak pada rendahnya penghasilan pengerajin lukisan. Berdasarkan hal tersebut maka skala prioritas yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah 1) inovasi dan kualitas produk, 2) memperluas pasar. Inovasi produk berupa jam dinding dan bingkai menyala yang berlatar lukisan wayang Kamasan. Untuk memperluas pasar dengan cara digital marketing, yaitu pemasaran yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konsep dan partisipatif. Pendekatan konsep pada dasarnya adalah untuk memberikan pemahaman konsep yang bermakna sehingga terjadi perubahan perilaku dan cara berfikir pada pengerajin. Pendekatan partisipatif bermakna melibatkan seluruh peserta pelatihan untuk berpartisipasi aktif ketika pelatihan keterampilan dilakukan, dengan harapan nantinya mereka memiliki keterampilan dalam proses pembuatan dan pemasaran produk. Inovasi lukisan wayang Kamasan berupa produk inovatif dan inovasi pemasaran. Inovasi produksi yang dilakukan pada kerajinan lukisan wayang Kamasan dengan memberi sentuhan modern berupa jam dinding dan bingkai menyala, dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk secara signifikan. Inovasi pemasaran yang dilakukan menggunakan teknik digital marketing, bertujuan untuk memperluas pasar. Disamping itu inovasi lukisan wayang Kamasan ini secara tidak langsung sebagai salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya Bali serta memperkokoh usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk akselerasi kemandirian Bangsa.

The uniqueness of art and culture makes Bali be one of the famous Island of the world. One culture of Bali are works of art such as painting. Bali has a painting that has been inherited since the 17th century that is “Lukisan Wayang Kamasan”. The name of Lukisan Wayang Kamasan comes from the name of the village in Klungkung district. This painting is only found in that village. Various products have been produced by the craftsman, but the product only used by the limited consumer. This factor is related to the target market, currently only certain circles who use this painting. It cause the number of Lukisan Wayang Kamasan hard to increase. This problem has a big impact of the painters income decrease. Based on this problem the priority scale in this activity are 1) innovation and product quality, 2) expanding the market. Product innovation in the form of wall clocks and frames that lit behind the Lukisan Wayang Kamasan. To expand the market using information technology such as digital marketing. In this project we used conceptual and participatory approach. The conceptual approach is basically to provide a meaningful of the concept so it can be changed of behavior and the way thinking on the craftsman. The participatory approach involves all trainees to participate actively when skills training is conducted that they will have skills in the process of manufacturing and marketing the product. The innovation of Lukisan Wayang Kamasan are product innovation and marketing innovation. Product innovations are made on Lukisan Wayang Kamasan by giving modern touches such as wall clock and framed light. It can increase quantity and quality product significantly. Marketing innovations are conducted using digital marketing techniques, aim to expand the market. Besides the Lukisan Wayang Kamsan innovation as one of the effort to preserve Balinese cultural heritage as well as strengthen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) to accelerate the independence of the Nation.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-08-23

How to Cite

Putra, I. G. L. A. R., Trisna, K. W., & Wiradharma, I. G. B. M. (2018). INOVASI KERAJINAN LUKISAN WAYANG KAMASAN KLUNGKUNG. Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS, 9(1). Retrieved from http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/ngayah/article/view/7