PENINGKATAN USAHA JAJANAN KHAS DESA SADING MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI YANG EFEKTIF

Authors

  • Luh Gede Surya Kartika Sistem Komputer, STMIK STIKOM Bali
  • Putu Dyah Permatha Korry Manajemen, Universitas Pendidikan Nasional
  • I Gede Eka Wiantara Putra Sistem Komputer, STMIK STIKOM Bali

Keywords:

Sengait, Sading Village, Chicken Claw Pie

Abstract

Penganan Kering Sengait merupakan salah satu penganan tradisional masyarakat Bali yang banyak diproduksi di Desa Sading sehingga menjadi salah satu ciri khas desa tersebut. Nama lain dari jajanan ini adalah kue Cakar Ayam. Sering kali jajanan ini juga digunakan dalam kegiatan upacara adat di Bali. Bahan dasar dari penganan ini adalah singkong, ubi jalar, dan talas serta gula merah. Jajanan ini memiliki peluang untuk dipasarkan tidak hanya di Bali namun juga di luar pulau Bali. Mitra dalam kegiatan ini adalah Bapak I Wayan Sujana dan Ibu Ni Nengah Sutarmi. Kedua mitra berasal dari Banjar Pekandelan, Desa Sading, kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.Permasalahan utama mitra adalah tempat produksi yang kurang nyaman, kemasan yang kurang baik, proses pemarutan bahan yang lama, dan keinginan mitra untuk memperluas pangsa pasar. Untuk mengatasi permasalahan utama mitra tersebut, maka berdasarkan kesepakatan antara mitra dan pelaksana akan dilaksanakan pelatihan teknik pemasaran, pemberian bantuan alat pengemasan, pemberian desain kemasan yang baik serta pelatihan pengemasan, dan perbaikan tempat kerja. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan tim dan mitra menyepakati konsep kegiatan pada saat sosialisasi dilaksanakan. Pelatihan kemasan dibantu oleh Rumah Kemasan yang bernaung dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar. Mitra memiliki label baru pada kemasan. Produk kedua mitra sudah mulai di pasarkan di Gianyar dan Tabanan. Estimasi perluasan pasar mencapai peningkatan 45% dari pangsa pasar sebelumnya. Produk mitra sudah dipasarkan pada situs e-commerce komersil. Kedua mitra melakukan perbaikan tempat kerja.

Sengait dry snack is one of traditional Balinese snacks. These snacks are widely produced in Sading Village. Another name of this snack is the chicken claw pie. This snack is also used in traditional ceremonial activities in Bali. The basic ingredients of this confectionery are cassava, sweet potato, and taro and brown sugar. This snack has the opportunity to be marketed not only in Bali but also outside the island of Bali. Partners in this activity are Mr. I Wayan Sujana and Mrs. Ni Nengah Sutarmi. Both partners are from Banjar Pekandelan, Sading Village, Mengwi Sub-district, Badung Regency. The main issues of partners are the less convenient production sites, poor packaging, the old material process, and the partner's desire to expand market share. To overcome the main problems of the partners, then based on agreement between partner and implementer will be executed marketing technique training, giving aid of packing equipment, giving good packaging design and packing training, and repair work place. The results of the activity evaluation show the team and the partners agreed on the concept of the activity when the socialization was implemented. The packaging training is assisted by Rumah Kemasan which is shelter under Denpasar Industry and Trade Agency. Partner has a new label on the packaging. The products of both partners have started to be marketed in Gianyar and Tabanan. Estimated market expansion reached 45% increase from previous market share. Partner products are already marketed on commercial e-commerce sites. Both partners do workplace improvements.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-08-23

How to Cite

Kartika, L. G. S., Korry, P. D. P., & Putra, I. G. E. W. (2018). PENINGKATAN USAHA JAJANAN KHAS DESA SADING MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI YANG EFEKTIF. Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS, 9(1). Retrieved from http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/ngayah/article/view/12