IPTEK BAGI PRODUK EKSPORKERAJINAN SONGKET MOTIF BALI DI KABUPATEN KARANGASEM BALI TAHUN KEDUA

Authors

  • Luh Made Yulyantari STMIK STIKOM Bali Jl. Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar Bali, (0361) 244445
  • IGKG Puritan Wijaya Adh STMIK STIKOM Bali Jl. Raya Puputan No. 86 Renon, Denpasar Bali, (0361) 244445

Keywords:

packaging, management, songket, sidemen, Karangasem

Abstract

Meningkatnya permintaan kain tenun songket memunculkan usaha-usaha mikro dalam pembuatan tenun songket yang tersebar di desa Sidemen yang memiliki ciri khas tersendiri dari tenun songket Bali. Songket Ayu Sidemen dan  UK Suastini Songket merupakan  usaha  tenun songket yang berbahan  dasar  benang.  Permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini adalah seperti kurangnya tempat kerja yang representatif, kurangnya alat-alat tenun yang sudah berfungsi kurang baik karena usia alat tenun, pengolahan dan pengelolaan bahan baku dan hasil produksi yang belum terkelola dengan baik, manajemen sumber daya manusia dan manajemen keuangan yang perlu ditingkatkan, kemasan produk yang masih sangat sederhana, motif tenun songket yang masihkurang variatif, dan teknik-teknik pemasaran yang masih tradisional dan belum tersentuh teknologi sebagai alat bantu pemasaran. Berdasarkan permasalahan yang dihadapai maka akan dilakukan kegiatan bertahap selama tiga tahun mulai dari manajemen pengolahan bahan tenun sampai dengan pengemasan produk hasil dan pemasaran produk melalui jalur internet. Pada tahun pertama (2016) mencapai luaran berupa perbaikan tempat kerja 100% menjadi lebih baik, aset UKM meningkat 50%, tenaga kerja dapat dengan baik mengelola bahan tenun dan meningkatnya kualitas hasil produk sebesar 20%. Selanjutnya, pelaksanaan tahun kedua yaitu pada Tahun 2017memiliki luaran berupa kemampuan membuat konten digital sebagai sarana pendukung pemasaran pada media daring mencapai 75% dari kesuluruhan tenaga kerja pihak UKM, pemilik UKM dapat dengan baik menguasai manajemen operasional dan penjualan ekspor sehingga peningkatan penjualan hasil produk sebesar 40%. Pelatihan desain dan pengemasan produk juga dilakukan pada tahun kedua dengan luaran berupa kemasan produk berstandar internasional.

The increasing demand for songket woven fabric raises micro businesses in the making of songket weaving spread in the village of Sidemen which has its own distinctive features of Bali songket weaving. Songket Ayu Sidemen and UK Suastini Songket is a songket-based weaving business. The current problems are the lack of representative workplaces, the lack of well-functioning looms due to the age of the looms, the processing and management of raw materials and unreliable production, human resource management and management finance that needs to be upgraded, product packaging that is still very simple, songket weaving motives are still less varied, and marketing techniques are still traditional and untapped technology as a marketing tool. Based on the problems faced it will be a gradual activity for three years ranging from weaving material processing management to packaging products and product marketing through the internet. In the first year (2016) the output of workplace improvement 100% to be better, the assets of SMEs increased 50%, the workforce can properly manage the loom and increase product quality by 20%. Furthermore, the second year of 2017 has the ability to create digital content as a means of marketing support to online media reaching 75% of the total workforce of SMEs, the owners of SMEs can well master the operational management and export sales resulting in increased sales of products by 40%. Product design and packaging training is also done in the second year with output in the form of packaging of international standard products.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-08-23

How to Cite

Yulyantari, L. M., & Adh, I. P. W. (2018). IPTEK BAGI PRODUK EKSPORKERAJINAN SONGKET MOTIF BALI DI KABUPATEN KARANGASEM BALI TAHUN KEDUA. Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS, 9(1). Retrieved from http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/ngayah/article/view/10