PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI ANGGUR MENUJU¬¬ PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN DAYAGUNA

  • NI Putu Pandawani Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Ketut Widnyana Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar
Keywords: kelompok tani, anggur, produktivitas, dayaguna

Abstract

Kelompok Tani anggur “Widya Lestari Usada”, di desa Tangguwisia Seririt Singaraja  sebagai bagian integral pembangunan pertanian, merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani anggur untuk meningkatkan produktivitas, pendapatannya dan kesejahteraannya. Pengalaman menunjukkan, keberadaan Kelompok Tani Anggur telah memberikan sumbangan yang nyata pada berbagai program pembanguan pertanian yang di fasilitasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan. Demi keberlanjutan kinerja Kelompok Tani, kelompok tani secara rutin mendapatkan pembinaan  baik menyangkut faktor kelembagaan, administrasi, sumber daya dan teknis pertanian. Kelembagaan Kelompok tani ini telah digunakan sebagai wadah untuk membahas segala masalah yang mereka hadapi, berdiskusi dan mencari solusi yang terbaik. Melalui Program penerapan iptek yang telah dilakukan, Kelompok tani menjadi bangkit dan termotivasi dalam penggunaan  beberapa pestisida nabati,  memalui pembuatan beberapa pestisida nabati secara sederhana, sehingga pada saatnya dapat dipergunakan langsung oleh petani  untuk pengendalian hama-hama penting yang sering menyerang perkebunan anggur. Selanjutnya kelompok tani memperoleh suatu  paket teknologi budidaya tanaman anggur yang murah dan mudah diterapkan, untuk  memproduksi buah anggur  dengan cita rasa  lebih  manis dan dengan kuantitas produksi yang tinggi. Paket teknologi  budidaya tersebut adalah penggunaan pupuk mineral plus dan pengendalian hayati dari hama dan penyakit dengan pemanfatan pestisida nabati. Hal ini lebih lanjut akan memberikan dampak menguntungkan pada perekonomian petani itu sendiri dan pelestarian lingkungan melalui produk buah anggur ramah lingkungan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anon. (1999). Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Pepaya, Manggis, Nenas, Salak, dan Pisang. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura. Direktorat Bina Perlindungan tanaman. Jakarata.
Anon. (2002). Pengembangan dan Penerapan Pestisida Nabati dan Agensia Hayati, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Bali, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Bali.
Arintadisastra, Soemitro. (1999). Serangan Hama dan Nimbanisasi (Azadirachta indica). Majalah Ekstensia. 9 : 50-52.
Dhiyana Putra, AA Eka. (2007). Anggur Ramah Lingkungan. www. Balitv.tv.
Kardinan, Agus, (1999), Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi, penebar Swadaya, Jakarta, 79 hal.Kecamatan Seririt Dalam Angka. 2016. Pemerintah Daerah Kabupaten
Buleleng.
Laporan Pengamat Hama dan Penyakit WKPP Kecamatan Seririt. (2016). Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng.
Novisan. (2002). Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan, PT. agro Media Pustaka, Tanggerang, 94 hal.
Rahmat Rukmana. Budi Daya Anggur dan Penanganan Pasca Panen.. (1999). Kanisius, Yogyakarta.
Setiadi. 2006. Bertanam Anggur. PT Penebar Swadaya. Jakarta.
Sudarmo. (2003), Pestisida Tanaman, Kanisius, Yogyakarta
Subiyakto. (2005). Teknologi Sederhana Produsi Pestisida Nabati. Makalah Dalam Diskusi Panel Sosialisasi Pestisida Nabati PEI Malang.
Untung, Kasumbogo. (1993). Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta.
Yana Edi. (2006). Maniskan Anggur Bali. Majalah Trubus. Senin 04 September 2006. 07:55:02
Published
2020-03-30